Berita Banyumas
Banjir di Kemranjen Banyumas Surut, Tiga Dapur Umum Resmi Ditutup
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas secara resmi menutup dapur umum yang didirikan lebih dari sepekan untuk membantu warga saat banjir itu.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Banjir di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, surut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas secara resmi menutup dapur umum yang didirikan lebih dari sepekan untuk membantu warga saat banjir itu.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Adi Candra mengatakan, saat ini, aktivitas warga telah berjalan normal.
Karena itu, dapur umum ditutup secara bertahap sejak Selasa (3/11/2020) pekan lalu. Dimulai dari dapur umun di Desa Grujugan.
Baca juga: Banjir di Tiga Desa di Kemranjen Banyumas Mulai Surut, Titik Pengungsian Tinggal 2 Tempat
Baca juga: Tebing Setinggi Lima Meter Longsor di Ajibarang Banyumas, Akses Jalan Utama Sempat Tertutup
Baca juga: Sehari 5 Pasien Positif Covid-19, Tingkat Kesembuhan Capai 77 Persen di Kabupaten Banyumas
Baca juga: Pemilik Ponpes di Lumbir Banyumas Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun
Menyusul kemudian adalah dapur umum yang berada di Desa Sidamulya, ditutup pada Rabu (4/11/2020).
"Dapur umum Tagana dan BPBD di Grumbul Pacarmalang, Desa Sirau, juga resmi ditutup pada Jumat, 6 November 2020, pukul 13.00 WIB," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (9/11/2020).
Penutupan dilakukan setelah hasil pemantauan kondisi banjir dipastikan air surut dan aktivitas warga sudah kembali normal.
Dia mengatakan, selama dibuka, banyak bantuan yang datang baik dari komunitas, organisasi masyarakat, perorangan, pengusaha, hingga instansi.
"Alhamdulilah, selama dibuka, dapur umum tidak pernah kekurangan bahan makanan," katanya.
Meski dapur umum ditutup, masih ada tempat pengungsian yang dibuka.
Tempat pengungsian yang masih dibuka itu berada di MI Miftahul Ulum, Grumbul (dukuh) Cijeruk karena masih ada seorang warga yang mengungsi.
Hal itu karena genangan air di rumahnya belum juga surut sehingga memilih tetap mengungsi. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Hore, Jajan di PKL Alun-alun Hanggawana Slawi Tegal Kini Bisa Dibayar Pakai LinkAja
Baca juga: Menangis dan Peluk Teman setelah Terpental Disambar Petir, Remaja di Purbalingga Ini Akhirnya Tewas
Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 9 November 2020 Rp 1.986.000 Per 2 Gram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/relawan-tagana-banyumas-memasak-bagi-korban-banjir-di-desa-sirau-kemranjen-banyumas.jpg)