Pilpres AS
Tragedi Rasial Membuat Jumlah Pemilih Kulit Hitam di Pilpres AS 2020 Meningkat
Koordinator negara bagian Pennsylvania untuk Black Voters, Matter Britanny Smalls, mengatakan, pemilih Afrika-Amerika lebih banyak dibanding 2016.
"Keamanan kami sangat berisiko," katanya.
"Kami sangat cemas. Ada banyak masalah, mental dan fisik bagi orangtua kita. Misalnya, salah satu pemimpin komunitas kami mencoba meredakan kerusuhan dan dia diserang secara brutal oleh polisi," tuturnya.
Baca juga: Resmi Berlaku, Presiden Teken UU Cipta Kerja
Baca juga: UU Cipta Kerja Diteken Presiden, Buruh Langsung Ajukan Uji Materi ke MK
Baca juga: Sesalkan Keputusan Gubernur Naikkan UMP 2021, Apindo Jateng: 85-90% Perusahaan Terdampak Covid-19
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 3 November 2020 Rp 1.972.000 Per 2 Gram
Tapi, Smalls menerangkan, keikutsertaan pemilih kulit hitam bukan hanya dimotivasi insiden kekerasan polisi.
Smalls mengatakan, dia mendengar banyak orang kehilangan pekerjaan selama pandemi global atau tidak dapat mengakses pendidikan online untuk anak-anak mereka.
Dia menyebutkan, sebuah keluarga dengan empat anak tapi hanya punya satu laptop.
Smalls menegaskan, orang-orang termotivasi untuk melawan dengan memberikan suara. (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jelang Pilpres AS: Pemilih Kulit Hitam Lebih Banyak Terlibat Dibanding Pemilu AS 2016 Lalu.