Sabtu, 11 April 2026

Berita Ekonomi Bisnis

Siap-siap, Layanan WhatsApp Business Tak Bisa Lagi Dinikmati Gratis

Dengan datangnya beberapa fitur baru yang melengkapi ekosistem WhatsApp Business, WhatsApp akan menyiapkan skenario pembayaran baru.

Editor: deni setiawan
Istimewa
ILUSTRASI Logo Whatsapp. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Selama ini, pebisnis kecil bisa menggunakan WhatsApp Business secara cuma-cuma untuk mengembangkan bisnisnya.

Namun dalam waktu dekat, keleluasaan itu akan sirna.

Sebab, WhatsApp mengatakan akan mengenakan biaya untuk sebagian layanan di WhatsApp Business.

"Hal ini akan membantu WhatsApp untuk terus membangun bisnisnya sambil terus menyediakan dan memperluas layanan perpesanan teks."

"Termasuk panggilan suara dan video yang terenkripsi secara end-to-end untuk lebih dari dua miliar pengguna," kata WhatsApp dalam keterangan resminya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Long Weekend, Tambah 13 Perjalanan KA di Wilayah Purwokerto

Baca juga: Terdeteksi Ada Lima Titik Rawan Bencana, PT KAI Daop V Purwokerto Siagakan AMUS

Baca juga: Pasar Minggon di Kompleks GOR Satria Purwokerto Boleh Buka Lagi, Ini Syarat yang Diajukan Bupati

Baca juga: Dibatasi Marka Berwarna Hijau, Jalur bagi Pesepeda Disediakan di Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto

Sebenarnya, WhatsApp telah mengenakan biaya untuk beberapa pesan tertentu sejak Juni 2019.

Misalnya saja pesan template, seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2020).

Biaya yang dipatok per pesan yang terkirim berbeda-beda.

Tergantung volume pesan yang dikirim ke pelanggan.

Untuk 250 pesan pertama, biayanya Rp 339, untuk 750 pesan berikutnya harganya Rp 334.

Dua juta pesan berikutnya dikenakan biaya Rp 330, dan seterusnya hingga yang paling banyak 25 juta persan berikutnya dengan harga Rp 285.

Informasi lengkap soal harga bisa dilihat di tautan berikut ini.

Namun, dengan datangnya beberapa fitur baru yang melengkapi ekosistem WhatsApp Business, WhatsApp akan menyiapkan skenario pembayaran baru.

"Apa yang telah kami dengar selama beberapa tahun terakhir adalah bagaimana percakapan bisnis sangat berharga bagi orang-orang," kata perwakilan Facebook.

"Jadi, ke depannya kami mencari cara untuk memperbarui bagaimana kami mengenakan biaya WhatsApp Business yang lebih mencerminkan cara penggunaannya," imbuh perwakilan Facebook.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved