Breaking News:

Berita Jateng

Libur Panjang Akhir Bulan di Depan Mata, Gubernur Ganjar Pranowo Sarankan Warga Tak Mudik

Dikhawatirkan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tak mudik di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Libur akhir pekan bebarengan cuti bersama akhir bulan ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jateng.

Dikhawatirkan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tak mudik di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ganjar pun segera berkoordinasi terkait antisipasi kerumunan saat libur panjang ini.

"Harapan saya, tidak usah mudik. Kita tinggal di tempat masing-masing, kemudian bisa jaga kesehatan. Karena, kalau mudik, saya khawatir, ramai di jalan, berkerumun. Kalau boleh, saya sarankan, untuk tidak mudik," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: 3 Sekolah di Banyumas Mulai Membuka Kelas Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Baca juga: Dievaluasi Setiap Dua Pekan, Guru dan Siswa Peserta Kelas Tatap Muka di Banyumas Bakal Diswab

Baca juga: Rencana Pemekaran Banyumas, Pemkab Mulai Sosialisasikan dan Minta Masukan dari Camat serta Kades

Menurutnya, perlu penjagaan dan kesiapsiagaan seperti halnya situasi pada saat Lebaran beberapa bulan lalu.

"Seluruh pihak perlu melakukan penjagaan dan lebih menghidupkan peran Jogo Tonggo serta Kampung Tangguh," ujarnya.

Begitu juga dengan destinasi wisata, harus mendapatkan perhatian ekstra. Lokasi ini bisa berpotensi menjadi titik kumpul warga sehingga terjadi kerumunan.

Pengelola tempat wisata, kata dia, diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan saat menerima pelancong.

"Protokolnya harus disiapkan betul- betul, kalau tidak, ya kami tutup. Maka, nanti, kami minta semacam patroli agar mengontrol tempat-tempat wisata itu," ujarnya.

Sementara, di Karimunjawa, seusai dibuka kembali pasca-penutupan akibat pandemi Covid-19, sejumlah relawan disiagakan untuk mengawasi protokol kesehatan.

Sebanyak 20 relawan di Desa Karimunjawa, disiapkan untuk mencatat dan melakukan skrining terhadap wisatawan.

Selain pendataan, relawan juga berperan melakukan sosialisasi tentang bahaya Covid-19.

Baca juga: BREAKING NEWS: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Tewas dalam Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi

Baca juga: Catatan 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf: Gagap Hadapi Covid-19, Tak Aspiratif di UU Cipta Kerja

Baca juga: Warisan Budaya Tak Benda, Begini Sejarah Telur Asin Brebes: Awal dari Warga Tionghoa Bertahan Hidup

Wisatawan yang datang diminta menunjukkan surat rapid test, lalu menandatangani surat pernyataan.

Ditanya juga, berapa hari di Karimunjawa. Kemudian, siapa agen yang membawa untuk mempermudahkan urusan jika terjadi masalah. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved