Liga 1 2020
Dugaan CEO PSIS Semarang, Kompetisi Liga 1 Bakal Digelar Seusai Pilkada Serentak 2020
Menurut Yoyok Sukawi, faktor kompetisi tak mendapat izin pelaksanaan karena adanya agenda politik, yakni Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi kurang yakin lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang seharusnya dilangsungkan pada awal Oktober 2020 dimundur jadwalnya selama satu bulan atau pada November 2020.
Pelaksanaan kompetisi yang batal dilaksanakan pada awal Oktober lantaran tak mendapat restu dari pihak kepolisian.
Menurut Yoyok, faktor kompetisi tak mendapat izin pelaksanaan karena adanya agenda politik, yakni Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.
Baca juga: Pemain Asing Masih Dibiarkan di Kampung Halaman, Alasan GM PSIS Semarang: Karena Semua Belum Jelas
Baca juga: Persiapan Mepet, PSIS Semarang Siap Ambil Risiko Bila Digelar Awal November
Baca juga: Dragan Djukanovic Tinggalkan PSIS Semarang, Bertolak ke Serbia Besok Sabtu
Baca juga: Bagaimana Nasib Liga 1 2020 Selanjutnya? Begini Bocoran CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi
Melalui diskusi webinar bertema Kompetisi; antara Bisnis dan Kemanusiaan, Sabtu (17/10/2020), Yoyok menyebut kemungkinan kompetisi bisa bergulir kembali seusai gelaran Pilkada.
"Sejarah membuktikan, saat Pilkada akan sangat sulit berjalan bebarengan dengan sepak bola."
"Selama ini, Pilkada tidak serentak dan klub yang kotanya sedang Pilkada pasti tidak akan dapat izin."
"Apalagi kalau Pilkada berjalan serentak," kata Yoyok kepada Tribunbanyumas.com, Senin (19/10/2020).
Bila kompetisi Liga 1 dilanjutkan setelah Pilkada, muncul wacana kompetisi Liga 1 akan diubah formatnya.
Salah satu yang mencuat yakni kompetisi Liga 1 dibagi dalam dua wilayah.
Yakni wilayah timur dan barat.
Merespon soal adanya sejumlah opsi format kompetisi, Yoyok mengatakan, pada intinya kompetisi Liga 1 2020 bila dilanjutkan atau dihentikan sebetulnya sudah tak ideal lagi.
Menurut pandangannya, semua klub saat ini dilanda kerugian besar akibat penundaan kompetisi yang sudah memakan waktu berbulan-bulan lamanya.
"Semua tim saat ini dalam kondisi remuk redam."
"Kompetisi yang ditawarkan saat ini semua tidak ideal."
'Kompetisi dilanjutkan juga akur (hancur)," kata Yoyok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pusat-latihan-psis-semarang.jpg)