Liga 1 2020

Bagaimana Nasib Liga 1 2020 Selanjutnya? Begini Bocoran CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi

PSSI sedang membuat formula agar masalah finansial yang menimpa klub karena penundaan kompetisi tidak mengalami kebangkrutan.

Istimewa
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI menegaskan pihak federasi mengusahakan agar kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 bisa segera berjalan kembali.

Seperti diketahui, dua kompetisi tersebut harusnya diaelenggarakan mulai Oktober 2020, namun masalah perizinan membuat batal terlaksana.

"Jadi PSSI pada Senin (5/10/2020), memanggil PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan seluruh jajarannya."

"Mereka sebagai operator kompetisi, kami evaluasi kenapa kok sampai izin tidak keluar," jelas Yoyok kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (9/10/2020).

"Di situ, kesimpulannya diputuskan bahwa PT LIB dan PSSI harus berusaha mewujudkan liga ini tetap berjalan dengan berbagai macam opsi," imbuhnya.

Dragan Djukanovic Tinggalkan PSIS Semarang, Bertolak ke Serbia Besok Sabtu

Tekan Kasus Covid-19, Dinkes Kabupaten Semarang Makin Gencar Terapkan Pola 3T

Pilkada Kabupaten Semarang, Bawaslu Temukan 1.328 Potensi Pemilih Ganda

Pasca Penundaan Liga 1 2020, Bek Masa Depan PSIS Semarang Ini Kembali Harus Bersabar Lagi

Plan A, PSSI dan LIB, yakni kompetisi akan kembali dilanjutkan lagi pada awal November 2020.

Hal itu sesuai dengan surat edaran PT LIB ke klub peserta pada Rabu (30/9/2020).

"Opsi pertama, mundur satu bulan berarti 1 November 2020, kompetisi bisa dilanjutkan."

"Kalau ternyata tidak boleh bagaimana? Berarti harus ada plan B."

"Yaitu setelah Pilkada Serentak 2020."

"Nah itu bisa Januari 2021 atau Desember 2020."

"Intinya kami masih berusaha mewujudkan kompetisi bisa berjalan," kata Yoyok.

Langkah selanjutnya, yakni PSSI sedang membuat formula agar masalah finansial yang menimpa klub karena penundaan kompetisi tidak mengalami kebangkrutan.

Hal ini rata-rata harus dilalui klub Liga 1 dan Liga 2, sebab mereka banyak kehilangan pemasukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved