Berita Kesehatan

Bio Farma Memperkirakan Harga Vaksin Covid-19 Sinovac Sekitar Rp 200 Ribu Per Dosis

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memastikan, harga vaksin Covid-19 dari Sinovac di Indonesia tidak akan memberatkan.

Editor: rika irawati
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. 

TRIBUN BANYUMAS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memastikan, harga vaksin Covid-19 dari Sinovac di Indonesia tidak akan memberatkan. Dia memperkirakan, harga vaksin berada dikisaran Rp 200.000 per dosis.

Hal ini diungkapkan Honesti untuk menanggapi pemberitaan yang menyatakan bahwa Sinovac sudah menandatangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brazil yang akan menjualnya dengan harga 1,96 dollar AS per dosis.

"Informasi harga vaksin Covid-19 di Brazil, telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak 90 juta dollar AS dengan pemerintah Brazil tidak tepat, dan mengenai harga 1,96 dollar AS per dosis pun tidak tepat," ujar Honesti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Segera ke Inggris dan Swiss, Menlu Retno dan Menteri BUMN Ingin Amankan Pengadaan Vaksin Covid-19

Baca juga: Perpres Pengadaan Vaksin Covid-19 Sudah Diteken Presiden Joko Widodo, Dipasarkan Mulai Januari 2021

Baca juga: Jika Sudah Siap Pakai, Harga Vaksin Sinovac Produksi Bio Farma Diperkirakan Rp 366.000-Rp 439.000

Menurut Honesti, Sinovac saat ini tengah menelusuri atas informasi tersebut.

Pihaknya sendiri saat ini berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia.

Honesti melanjutkan, dalam surat resmi yang disampaikan, Sinovac mengatakan bahwa dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin.

"Salah satu faktornya adalah tergantung pada investasi pada studi klinis fase tiga, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia, mengikuti prinsip–prinsip tadi. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin Covid-19 ini, tidak dapat disamakan," kata dia.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke China guna melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China.

Termasuk juga LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

Baca juga: Tak Ingin Muncul Klaster Keluarga, Pemkab Tegal Sediakan Tempat Isolasi Covid-19 di 3 Rumah Sakit

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Banyumas Hari Ini: Tertinggi di Purwokerto Selatan, Ada 47 Kasus

Baca juga: Video Viral Bupati Blora Nyanyi dan Joged Tak Pakai Masker, Ganjar: Kalau Saya Sudah Malu

Baca juga: Gara-gara Motor Berknalpot Brong, Satlantas Polres Karanganyar Kehabisan Surat Tilang

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di pekan kedua Oktober 2020 ini.

Data terakhir menunjukan, sampai tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring.

Hingga saat ini, Uji Klinis tajap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bio Farma Pastikan Harga Vaksin Covid-19 di Kisaran Rp 200.000". 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved