Breaking News:

Berita Banjarnegara

Banjarnegara Ekspor 10 Ton Bawang Putih ke Taiwan

Di tengah ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor, Banjarnegara justru berhasil mengekspor bawang putih ke Taiwan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono melepas truk pengangkut 10 ton bawang putih yang akan diekspor ke Taiwan, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Di tengah ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor, Banjarnegara justru berhasil mengekspor bawang putih ke Taiwan.

Ekspor perdana ditandai pelepasan truk pembawa 10 ton bawang putih yang dilakukan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, Selasa (22/9/2020).

Selanjutnya, muatan bawang tersebut diangkut menggunakan kapal, melalui pelabuhan Semarang untuk dikirim ke pemesan di Taiwan.

"Alhamdulillah, petani kita berhasil mengekspor perdana bawang lokal di tengah pandemi," katanya, Rabu (23/9/2020).

Dapat Pendampingan dari PT Java Agritec, Petani Merica di Banjarnegara Siap Penuhi Target Ekspor

Kemenparekraf Fasilitasi Pendaftaran HKI di Banjarnegara

Tetap Laris, Peternak Ikan Hias di Desa Gumiwang Banjarnegara Pasok Koi Hingga Luar Daerah

Distankan KP Banjarnegara Gelar Bazar Sayur untuk Bantu Petani Atasi Harga Sayur yang Anjlok

Budhi mengatakan, pihaknya selalu hadir di tengah persoalan yang dihadapi petani. Pemkab, melalui Dinas Pertanian, melakukan penyuluhan dan pembinaan petani, serta mencarikan pasar.

Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), giat dalam melakukan pembangunan jalan sehingga akses petani membawa hasil panen lebih mudah.

"Ternyata, kita mampu. Jika infrastruktur bagus, petani juga akan lebih mudah dalam membawa hasil panen," ujarnya.

Slamet, pengusaha sekaligus petani asal Karangkobar, Banjarnegara, mengatakan, petani butuh dukungan dari pemerintah dan banyak pihak untuk melancarkan usahanya.

"Masalah pertanian itu harus memikirkan dari hulu sampai hilir karena spekulasinya sangat besar. Tanpa pembinaan dan koordinasi yang baik, petani bisa jadi korban," kata petani yang mengusahakan terwujudnya ekspor tersebut.

Menurut Slamet, jika petani bisa bersatu, mereka bisa memiliki posisi tawar tersendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved