Berita Semarang

Miris, Warga yang Terjaring Operasi Yustisi Masker di Kota Semarang Didominasi Anak Muda

Warga yang terjaring itu didominasi anak muda. Selain didata, mereka dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M ZAINAL ARIFIN
Petugas Dinkes Kota Semarang melakukan rapid test kepada warga yang terjaring operasi yustisi di Jalan Pengapon, Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (17/9/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan warga yang melintas di Jalan Pengapon tepatnya di depan Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong, Semarang Timur, Kota Semarang, terjaring operasi yustisi oleh tim gabungan dari Satpol PP, Polres, Kodim, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kamis (17/9/2020) malam.

Warga yang terjaring operasi yustisi masker itu didominasi anak muda. Selain didata, mereka dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila.

Di antaranya, gadis di bawah umur bernama Yuni. Ia terjaring operasi yustisi bersama beberapa temannya karena tak memakai masker.

"Tadi, lagi muter-muter sama teman-teman. Karena warga sekitar sini, ya enggak pakai masker. Tidak tahu kalau ada operasi di sini," katanya.

Pria Ini Dua Kali Pamerkan Kartu Anggota Peradi, Ngaku Pengacara Seusai Terjaring Razia Masker

Hindari Bayar Denda, Warga Banyumas yang Terciduk Razia Masker Enggan Ambil KTP di Kejari Purwokerto

KTP Pelanggar Razia Masker Numpuk di Kantor Satpol PP Kota Semarang, Sudah Seminggu Lebih

Awalnya Terjaring Razia Masker di Banyumas, Tujuh Orang Ini Ternyata Positif Corona, Hasil Tes Swab

Usai terjaring, ia bersama beberapa temannya itu kemudian dibariskan dan dihukum menyanyi lagu Indonesia Raya.  Selanjutnya, ia didata dan langsung mengikuti rapid test yang dilayani petugas kesehatan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto merasa prihatin akan hasil operasi yustisi yang dilakukan. Pasalnya, mayoritas warga yang terjaring lantaran tak memakai masker adalah anak muda.

"Ini belum ada satu jam operasi tapi sudah ada 95 orang tertangkap. Saya prihatin karena anak muda banyak yang menyepelekan. Buktinya, dari jumlah yang tertangkap, hampir semuanya anak muda," kata Fajar.

Terlebih, katanya, anak muda yang tertangkap operasi tersebut terlihat cuek. Sehingga, kondisi tersebut membuatnya khawatir virus Covid-19 di Kota Semarang semakin menyebar.

"Saya meminta kepada orangtua untuk menjaga anaknya dan membekali dengan masker. Jangan dibiarkan liar seperti ini. Karena siapapun yang melihat, pasti khawatir," pintanya. (*)

Tabrakan Beruntun Empat Mobil di Semampir Banjarnegara, Begini Kronologisnya

Satu Pejabat Pemkot Salatiga Terpapar Covid-19, Siti Zuraidah: Bersangkutan Adalah PNS Eselon II

Korban Percabulan Pelajar SMA di Purwokerto Bertambah Jadi 10 Anak

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved