1,57 Juta Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas Akibat Kenaikan Iuran

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghitung pergeseran peserta BPJS Kesehatan hingga 31 Juli 2020 mencapai 1,57 juta peserta.

Editor: rika irawati
ANTARAFOTO/RIVAN AWAL LINGGA
ILUSTRASI. Kenaikan tarif peserta bukan penerima upah membuat peserta BPJS Kesehatan turun kelas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghitung pergeseran peserta BPJS Kesehatan hingga 31 Juli 2020 mencapai 1,57 juta peserta.

Pergeseran peserta tersebut merupakan dampak dari kenaikan tarif iuran peserta bukan penerima upah (PBPU) atau Bukan Perkerja.

Kenaikan tersebut membuat peserta memilih turun kelas dari sebelumnya. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, peserta kelas I yang turun menjadi kelas II sebanyak 209.303 orang.

Sedangkan peserta kelas I yang turun menjadi kelas III sebanyak 342.000 orang.

"Nah, ini yang paling banyak, dari kelas II ke kelas III sebanyak 1.024.646 jiwa," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2020).

Perpres Nomor 64 Tahun 2020 Mulai Diterapkan, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan yang Terbaru

KPCDI Bakal Tagih Janji DPR setelah Gugatan Kenaikan Iuran BPJS ke MA Ditolak

Pemerintah Sesumbar Tidak Ada Lagi Pasien Ditolak RS Setelah Iuran BPJS Naik

Penurunan kelas tersebut disampaikan Fachmi akan berdampak pada arus kas masuk keuangan BPJS Kesehatan.

Pasalnya, sebelumnya, peserta membayar dengan iuran lebih tinggi pada kelas sebelumnya.

"Ini berpengaruh pada gambaran arus kas karena terjadi pergeseran peserta penurunan kelas perawatan yang cukup signifikan," terang Fachmi.

Pada tahun 2020 ini, pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Pada Januari-Maret 2020, BPJS Kesehatan memperoleh iuran sesuai dalam besaran Peraturan Presiden (Perpres) No 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Iuran tersebut sebesar Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III.

Lalu, pada April-Juni, badan tersebut memperoleh besaran iuran berdasarkan Perpres No 2 Tahun 2018 akibat pembatalan Perpres 75/2019 oleh Mahkamah Agung.

Ibu dan Anak asal Tegal yang Dilaporkan Hilang setelah Pamit ke PAI Ditemukan di Jakarta

Miris, Warga yang Terjaring Operasi Yustisi Masker di Kota Semarang Didominasi Anak Muda

Cuaca Purwokerto Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Berdasarkan aturan tersebut, iuran untuk kelas I menjadi Rp 80.000, Kelas II Rp 51.000, dan Kelas III Rp 25.500.

Pemerintah kembali menerbitkan Perpres No 64 Tahun 2020. Atas beleid tersebut, iuran BPJS Kesehatan pada pada Juli-Desember, sebesar Rp 150.000 untuk kelas I, Rp 100.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Iuran naik, peserta pindah kelas BPJS Kesehatan mencapai 1,57 juta.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved