Berita Banjarnegara

Silaturahmi Kebangsaan di Banjarnegara, Wantimpres Habib Luthfi Singgung Rasa Handarbeni

Jika mau menjiwai lagu kebangsaan semisal Indonesia Raya atau Padamu Negeri, menurut dia, masyarakat akan merasakan begitu dalam maknanya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Silaturahmi kebangsaan bertajuk "Merajut Kebinekaan dalam Bingkai NKRI" di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya melaksanakan silaturahmi kebangsaan di Kabupaten Banjarnegara, Kamis (17/9/2020).

Acara bertajuk "Merajut Kebinekaan dalam Bingkai NKRI" itu digelar di pendopo Kabupaten Banjarnegara.

Dalam kegiatan itu, Habib Luthfi menyampaikan pesan kebinekaan.

Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Pemkab Banjarnegara Sosialisasikan Program Subsidi Bunga

Akhirnya Setelah Sekian Lama, Warga Desa Gununglangit Banjarnegara Rasakan Jalan Diaspal

Ini Alat Cek Suhu Tubuh Milik Polres dan RSI Banjarnegara, Sekilas Tak Ada Bedanya dengan Drone

Dua Pemuda Asal Purbalingga Dibekuk Polisi, Kamar Kos di Banjarnegara Jadi Lokasi Pesta Sabu

Menurut ulama asal Pekalongan itu, nasionalisme seorang bergantung dari sejauhmana ia merasa ikut handarbeni (rasa memiliki), terhadap republik ini.

Jika mau menjiwai lagu kebangsaan semisal Indonesia Raya atau Padamu Negeri, menurut dia, masyarakat akan merasakan begitu dalam makna yang terkandung di dalamnya.

"Indonesia tidak didirikan satu kelompok saja."

"Maka ketika melantunkan Indonesia Raya, tak lain untuk menghormati pendiri negeri ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (17/9/2020).

Lagu Indonesia Raya bukan sekadar lagu biasa yang hanya dinyanyikan tanpa membekas di hati.

Di pun mempertanyakan sejauhmana masyarakat ini mampu menghidupkan lagu kebangsaan untuk dijiwai, bukan sekadar lagu biasa.

Lirik lagu itu mengandung ikrar bangsa untuk bersatu menjaga keutuhan NKRI.

Begitupun saat membaca Pancasila, masyarakat perlu menjiwainya sebagai ikrar bangsa.

"Ikrar itu menyatakan dengan penuh keyakinan."

"Jadi apapun agamanya, rakyat harus berTuhan, sesuai kandungan Pancasila," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, perbedaan adalah sunnatullah atau ketetapan Tuhan.

Karena itu, masyarakat harus bisa merawat perbedaan tersebut hingga lahir persatuan.

Nabi Muhammad telah mengajarkan bagaimana merawat perbedaan melalui sebuah konsensus bernama Piagam Madinah.

Pada piagam itu, tertulis agama-agama saat itu semisal Nasrani, Yahudi, dan Islam yang mendapat naungan sama dalam aturan tersebut.

"Indonesia punya 1340 suku, jika tidak mau merawat, tidak menutup kemungkinan akan terpecah seperti Arab," katanya.

Silaturahmi kebinekaan itu melibatkan Pemkab Banjarnegara, Polres Banjarnegara, RSI Banjarnegara, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat. (Khoirul Muzakki)

Festival Kota Lama Tetap Digelar, Konsepnya Drive in Concert, Dipusatkan di New PRPP Semarang

Petugas Lapas Kendal Temukan Botol Sampo Berisi Enam Pil Excimer, Wanita Ini Mengaku Cuma Dititipi

Keduanya Ditangkap Saat Asyik Menghisap Sabu, Ini Hasil Penggerebekan Rumah di Patikraja Banyumas

Pemudik Masuk Banyumas Wajib Karantina, Pemkab Sudah Siapkan GOR Satria Purwokerto

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved