Negara Berkembang di Asia Terancam Alami Resesi Akibat Covid-19, Kecuali China
Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan, pandemi Covid-19 telah menjerumuskan ekonomi berkembang di kawasan Asia ke dalam resesi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SINGAPURA - Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan, pandemi Covid-19 telah menjerumuskan ekonomi berkembang di kawasan Asia ke dalam resesi.
Melansir BBC, ini merupakan pertama kalinya dalam enam dekade "Asia berkembang" -sebutan yang mencakup 45 negara- mengalami kemerosotan regional.
Prediksi ADB, ekonomi negara berkembang Asia akan menyusut 0,7% pada 2020. Akan tetapi, kawasan regional diperkirakan akan pulih dengan kuat pada 2021, dengan mencatatkan pertumbuhan 6,8% tahun depan.
Pembaruan Prospek Pembangunan Asia yang dirilis ADB menunjukkan, sekitar tiga perempat dari ekonomi kawasan diperkirakan merosot tahun ini.
• Pertumbuhan Ekonomi Jateng Minus 5,94 Persen, Ini Strategi Gubernur Ganjar Pranowo
• Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, Apindo: Kita Pernah Alami Kondisi yang Lebih Buruk
Ini merevisi proyeksi sebelumnya dari pertumbuhan 0,1% dalam produk domestik bruto (PDB) kawasan itu untuk tahun 2020.
"Sebagian besar ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik dapat memperkirakan jalur pertumbuhan yang sulit untuk sisa tahun 2020," kata kepala ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Kontan.co.id dari BBC, Rabu (16/9/2020).
Penilaian ADB ini sejalan dengan prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) pada awal tahun ini.
Asia Selatan kemungkinan akan terkena dampak paling parah, sementara ekonomi China diramal melawan tren.
Ekonomi India diperkirakan akan berkontraksi 9% tahun ini, sementara pertumbuhan China diperkirakan 1,8%.
ADB memprediksi, Asia Tenggara akan melihat penurunan ekonomi sebesar 3,8%.
Ekonomi pulau yang bergantung pada pariwisata, khususnya, telah mengalami kontraksi ekonomi yang memilukan.
• Israel Serang Gaza, Sirine Peringatan Tembakan Roket dari Palestina Terdengar di Perbatasan
• Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Divonis Hukuman 4 dan 1,5 Tahun Penjara
Ekonomi Fiji diperkirakan akan menyusut sebesar 19,5%, sementara Maladewa kemungkinan akan mengalami kontraksi 20,5%.
Kabar baiknya, wilayah tersebut diperkirakan akan pulih tahun depan, dengan pertumbuhan 6,8%.
Ekonomi China diperkirakan akan pulih 7,7% pada 2021, sementara India juga akan bangkit kembali dengan pertumbuhan 8% tahun depan, kata ADB.
Tetapi, bank memperingatkan bahwa pemulihan dapat digagalkan oleh pandemi yang berkepanjangan dan tindakan penutupan yang lebih keras.
"Ancaman ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 tetap kuat, karena gelombang pertama yang berkepanjangan atau wabah yang berulang dapat mendorong tindakan penanggulangan lebih lanjut," kata Sawada. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Asia menghadapi resesi pertama dalam 60 tahun!