Berita Jawa Tengah

Bisa Ditiru Nih, Bikin Sistem Kandang Panggung Seperti di Salatiga, Biar Kambing Tak Mudah Sakit

Apabila kambing dirawat secara tradisional kotoran dengan hewan ternak berada pada satu tempat rawan menimbulkan penyakit.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Eko Pristiwantoro memberi makan kambing ternak di tempat usaha peternakannya, di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Selain faktor harga yang menurun, kondisi kebersihan kandang seringkali menjadi satu penyebab peternak merugi.

Itu karena, hewan ternak rentan terserang penyakit disebabkan kondisi kandang kurang diperhatikan kebersihannya.

Untuk mencegah itu semua, seorang peternak kambing di Kota Salatiga memakai sistem kandang panggung.

Kapolres Minta Seluruh Anggota Makin Serius Tekan Angka Kriminalitas di Salatiga

KPU Salatiga Siap Jika Pilkada Serentak Berikutnya Digelar 2022, Tapi Ini Permintaan Kepada DPRD

Pasang Baru Air PDAM Salatiga Bisa Diangsur 10 Kali Tanpa Bunga, Begini Caranya

Model itu jika diterapkan dinilai lebih banyak menguntungkan para peternak.

Pemilik peternakan Nirwana Farm, Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Eko Pristiwantoro misalnya.

Dia mengatakan, perbedaan kandang panggung dengan tradisional adalah cara mengelola kotoran kambing.

"Jadi untuk mencegah timbulnya penyakit pada hewan, kami buat terpisah antara cairan urine kambing dengan kotoran."

"Jika keduanya tercampur dan terjadi penguapan amonia itu akan menganggu kesehatan hewan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (27/8/2020).

Menurut Eko, peternakan miliknya bergerak pada bidang penggemukan kambing dengan jangka waktu kelola hingga sekira 3 bulan.

Dia mengklaim, dengan sistem kandang panggung itu akan meminimalisir kerugian peternak.

Karena dengan kebersihan kandang yang terjaga peningkatan bobot kambing dapat lebih maksimal.

"Dari yang sudah kami praktikkan terjadi peningkatan bobot sampai 80 persen dibanding saat masuk."

"Adapun rata-rata usia kambing ketika masuk di usia 5 bulan dengan bobot 18-20 kilogram."

"Setelah dirawat sampai siap jual menjadi 36-40 kilogram," katanya.

Dia menambahkan, apabila kambing dirawat secara tradisional kotoran dengan hewan ternak berada pada satu tempat rawan menimbulkan penyakit.

Alhamdulillah, BSU Pekerja Tahap Pertama Rp 600 Ribu Sudah Cair, Banyumas Ada 46.117 Rekening

Nih Daftar 10 Top Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Banyumas, Bupati Berikan Apresiasi Ini

Paling Banyak Handphone dan Tembakau Gorilla, Kejari Kota Tegal Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved