Berita Jawa Tengah
Bisa Ditiru Nih, Bikin Sistem Kandang Panggung Seperti di Salatiga, Biar Kambing Tak Mudah Sakit
Apabila kambing dirawat secara tradisional kotoran dengan hewan ternak berada pada satu tempat rawan menimbulkan penyakit.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
Kemudian penyebab lain ialah urine yang menyatu sehingga ketika terjadi penguapan amonia mempengaruhi kesehatan hewan.
Pihaknya menyatakan, sedangkan kandang sistem panggung atau modern dibuat saluran khusus untuk kotoran maupun urine agar selalu bersih sehingga kesehatan domba terjaga.
"Kami percaya faktor higienis kandang hewan juga baik untuk pengelola atau peternak."
"Dengan kandang bersih pertumbuhan hewan pasti lebih maksimal," ujarnya.
Eko menjelaskan, sistem pembuangan kotoran hewan secara terpisah itu dibuat menggunakan asbes plastik sebagai aliran cairan urine.
Sedangkan kotoran cukup diberikan tempat khusus dilengkapi kawat berjaring agar tidak tercampur urine.
Dengan model kandang panggung kotoran hewan dan cairan urine itu lebih mudah dipisahkan.
Sementara untuk mensuplai makanan ternak dia memakai bahan fermentasi.
"Dengan model itu baunya juga tidak menyengat."
"Kotoran atau urine yang tidak terhirup hewan membuat ternak lebih sehat dan gemuk."
"Makanan terdiri campuran bekatul, kedelai, jagung, kulit kopi, kopra dicampur cairan fermentasi probiotik selama satu minggu," jelasnya.
Terkait biaya Eko menjelaskan, rata-rata dalam sehari satu ekor kambing membutuhkan 1,5 kilogram makanan fermentasi senilai Rp 6 ribu.
Harga jual kambing ditempatnya dibanderol mulai Rp 800 ribu sampai Rp 2 juta. (M Nafiul Haris)
• Siap-siap, Tujuh Sekolah di Jateng Ini Bisa Jalankan KBM Tatap Muka, Rencana Mulai Awal September
• Penegakan Aturan Protokol Kesehatan Masih Lemah di Jateng, Sanksi Juga Belum Merata
• Masih Sepi Peminat di Jateng, Mendaftar Jadi Tim Pemantau Pilkada Serentak 2020