Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Bisa Ditiru Nih, Bikin Sistem Kandang Panggung Seperti di Salatiga, Biar Kambing Tak Mudah Sakit

Apabila kambing dirawat secara tradisional kotoran dengan hewan ternak berada pada satu tempat rawan menimbulkan penyakit.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Eko Pristiwantoro memberi makan kambing ternak di tempat usaha peternakannya, di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (27/8/2020). 

Karena dengan kebersihan kandang yang terjaga peningkatan bobot kambing dapat lebih maksimal.

"Dari yang sudah kami praktikkan terjadi peningkatan bobot sampai 80 persen dibanding saat masuk."

"Adapun rata-rata usia kambing ketika masuk di usia 5 bulan dengan bobot 18-20 kilogram."

"Setelah dirawat sampai siap jual menjadi 36-40 kilogram," katanya.

Dia menambahkan, apabila kambing dirawat secara tradisional kotoran dengan hewan ternak berada pada satu tempat rawan menimbulkan penyakit.

Alhamdulillah, BSU Pekerja Tahap Pertama Rp 600 Ribu Sudah Cair, Banyumas Ada 46.117 Rekening

Nih Daftar 10 Top Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Banyumas, Bupati Berikan Apresiasi Ini

Paling Banyak Handphone dan Tembakau Gorilla, Kejari Kota Tegal Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Kemudian penyebab lain ialah urine yang menyatu sehingga ketika terjadi penguapan amonia mempengaruhi kesehatan hewan.

Pihaknya menyatakan, sedangkan kandang sistem panggung atau modern dibuat saluran khusus untuk kotoran maupun urine agar selalu bersih sehingga kesehatan domba terjaga.

"Kami percaya faktor higienis kandang hewan juga baik untuk pengelola atau peternak."

"Dengan kandang bersih pertumbuhan hewan pasti lebih maksimal," ujarnya.

Eko menjelaskan, sistem pembuangan kotoran hewan secara terpisah itu dibuat menggunakan asbes plastik sebagai aliran cairan urine.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved