Berita Semarang
Kisah Pasar Johar Semarang, Legenda Pohon Johar hingga Ikon Arsitektur Tropis Modern
Seiring pertumbuhan kota, kawasan alun-alun berubah menjadi pusat perdagangan permanen.
Penulis: budi susanto | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pasar Johar. Mereka yang saat ini sudah tak muda lagi, mungkin sangat akrab dengan nama Pasar Johar.
Ya, Pasar Johar sejak lama menjadi denyut nadi perdagangan rakyat Semarang.
Namun, tahukah kenapa disebut Pasar Johar?
Ternyata, Pasar Johar namanya diambil dari deretan pohon johar (Cassia siamea) yang tumbuh di sekitar alun-alun Kauman pada abad ke-19, tempat awal kegiatan jual-beli berlangsung.
Sekitar tahun 1860-an, area lapang di sebelah barat Masjid Agung Kauman menjadi lokasi utama para pedagang.
Kepadatan dan kebutuhan fasilitas yang lebih memadai mendorong pemerintah kolonial untuk membangun kompleks pasar baru.
Seiring pertumbuhan kota, kawasan alun-alun berubah menjadi pusat perdagangan permanen.
Pada 1930-an, rencana besar itu diwujudkan melalui pembangunan hall pasar modern yang kelak dikenal sebagai Pasar Johar.
Baca juga: Mengejutkan! Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat Umumkan Pengunduran Diri
Bangunan utama Pasar Johar dirancang oleh arsitek Belanda Herman Thomas Karsten (1884–1945), tokoh penting arsitektur dan perencanaan kota di Hindia Belanda.
Karsten dikenal merancang dengan prinsip tropical modernism, arsitektur yang peka terhadap iklim tropis sekaligus tetap modern.
Dalam rancangan Pasar Johar, Karsten menghadirkan kolom jamur (mushroom columns) yang menopang atap besar, memungkinkan ruang dalam luas tanpa banyak dinding.
Atap tinggi dengan ventilasi silang memudahkan cahaya dan udara masuk, membuat ruang tetap sejuk meski menampung ribuan pedagang.
Prinsip ini menjadikan Johar bukan hanya ruang dagang, tetapi juga ruang sosial yang terbuka.
Hal tersebut juga dicatat dalam buku The Life and Work of Thomas Karsten (Architectura & Natura Press, 2017), Karsten memandang pasar sebagai elemen penting tata kota tropis, tempat interaksi sosial lintas etnis, pusat ekonomi rakyat, sekaligus ruang publik yang harus dirancang nyaman.
Bangunan baru Pasar Johar diresmikan pada 1939. Pada masanya, ia disebut sebagai salah satu pasar terbesar dan termodern di Asia Tenggara karena luas bangunan, kapasitas pedagang, dan kualitas rancangan yang melampaui pasar tradisional lain di Hindia Belanda.
| Mengejutkan! Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat Umumkan Pengunduran Diri |
|
|---|
| Minibus Tabrak Motor hingga Terguling di Jalur Wisata Kaligua Brebes, Diduga Rem Blong |
|
|---|
| Galian C Tak Kunjung Disetop, Rumah Kades Tunggulsari Kendal Digeruduk Warga Malam-malam |
|
|---|
| Keok Lagi, PSIS Kali Ini Ditundukkan Persipura 2-0 di Grup Timur Pegadaian Championship |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pasar-johar-lama.jpg)