Berita Pendidikan

Sembilan SMP Negeri di Batang Kembali Batalkan KBM Tatap Muka

"Memang di awal tahun ajaran baru ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran kombinasi karena statusnya masih dalam zona hijau."

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Kabupaten Batang, Sabar Mulyono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sembilan SMP Negeri di Kabupaten Batang kembali memilih untuk menunda pembelajaran tatap muka di sekolah.

Hal ini dilakukan sesuai keputusan sekolah, orangtua, dan peserta didik, serta hasil arahan Disdikbud Kabupaten Batang.

Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Kabupaten Batang, Sabar Mulyono mengatakan, di Kecamatan Batang seluruh SMP negeri menunda pembelajaran tatap muka.

Pemkab Batang Bakal Makin Tegas, Warga Kepergok Tidak Gunakan Masker Langsung Kena Denda

Kuliah di Undip, Pemkab Batang Sudah Siapkan Beasiswa Tiap Tahun

Siap-siap, Tujuh Sekolah di Jateng Ini Bisa Jalankan KBM Tatap Muka, Rencana Mulai Awal September

Cara Anak Desa Karanglo Banyumas Atasi Jenuh di Rumah, Dipandu Mbah Tarsih Bikin Wayang Klaras

Sedangkan di beberapa kecamatan lain masih ada beberapa yang melaksanakan tatap muka.

Hanya saja rasio yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh meningkat.

Karena adanya perubahan zonasi yang kebanyakan statusnya merupakan zona merah.

"Memang di awal tahun ajaran baru ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran kombinasi karena statusnya masih dalam zona hijau."

"Namun karena beralih zona akhirnya mereka memilih metode daring."

"Di Kecamatan Batang sudah ada sembilan sekolah."

"Tetapi memang ada beberapa sekolah yang dari awal zona merah sudah memutuskan untuk menunda tatap muka," jelas Sabar kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/8/2020).

Disdikbud Kabupaten Batang memang melarang sekolah di zona merah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya hanya memperbolehkan sekolah untuk menggelar tatap muka jika berada di zona hijau ataupun kuning.

"Meski begitu kami tekankan untuk sekolan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah klaster penularan baru," imbuhnya.

Sementara, Kepala SMP Negeri 9 Batang, Casyanto mengatakan, awal tahun ajaran baru pihaknya sudah sempat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun pembelajaran tatap muka yang dikombinasikan dengan pembelajaran daring ini tidak bertahan lama.

Hal ini lantaran alih status dari beberapa desa asal siswanya.

Dimana kebanyakan siswa berada di zona merah.

"Jadi sekolah sebenarnya di daerah zona hijau atau kuning, tetapi kebanyakan siswa kami berasal dari zona merah."

"Sehingga kami putuskan untuk menunda tatap muka untuk menghindari penularan Covid-19," pungkasnya. (Dina Indriani)

Lulusan Keperawatan di Purwokerto Ini Tak Betah Nganggur, Wisnu Jambret Emak-emak di Purbalingga

Saya Peringatkan Tidak Peduli Siapapun, Sikap Gubernur Ganjar Bila Ada Pejabat Tak Gunakan Masker

Satu Perangkat Kelurahan Kembaran Kulon di Purbalingga Terpapar Corona, Layanan Publik Tetap Jalan

Musim Kemarau Tahun Ini, Truk Tangki Penyuplai Air Bersih Masih Nganggur di Kantor BPBD Banjarnegara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved