Berita Banjarnegara

Musim Kemarau Tahun Ini, Truk Tangki Penyuplai Air Bersih Masih Nganggur di Kantor BPBD Banjarnegara

Sejauh ini sudah ada tiga desa atau kelurahan di Kabupaten Banjarnegara yang mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada pihak BPBD.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan
ILUSTRASI - seorang anak sedang melintasi jalan tanah kering di musim kemarau. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Musim kemarau belum begitu berdampak pada kekeringan di Kabupaten Banjarnegara.

Nyatanya, sampai penghujung Agustus 2020 ini, masih sedikit desa yang menjerit karena kekeringan di Kabupaten Banjarnegara.

Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto mengatakan, pihaknya telah menerima permintaan bantuan air bersih dari beberapa desa terdampak kekeringan.

Sanksi Warga Tak Gunakan Masker Masih Ringan di Banjarnegara, Satpol PP: Masih Tahap Edukasi

Kopi Kapulaga Hadir di Banjarnegara, Cita Rasa Rempahnya Bikin Tubuh Lebih Bugar

Harga Kubis Makin Anjlok di Banjarnegara, Paling Mahal Cuma Rp 700 Tiap Kilogram

Hari Ini Bertambah Dua, Total Menjadi Lima Orang, Anggota DPRD Banyumas Positif Corona

Tetapi jumlah desa yang mengajukan tersebut masih sangat sedikit, dibanding periode sama pada tahun sebelumnya.

Dia menyebut faktor alam ikut memengaruhi sehingga dampak kekeringan belum terasa.

"Ada desa yang meminta bantuan air bersih, cuma sedikit."

"Karena mungkin ini kemarau basah, jadi terkadang masih terjadi hujan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (25/8/2020).

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Agus Haryono mengatakan, sejauh ini sudah ada tiga desa atau kelurahan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih.

Ketiganya meliputi Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan, dan Kelurahan Semampir Kecamatan Banjarnegara.

Khusus Desa Jalatunda dan Desa Kebutuhjurang memang selama ini menjadi langganan droping air bersih dari BPBD tiap tahun.

Dua desa itu berada di pegunungan selatan yang memang dikenal rawan kekeringan karena kondisi geografinya.

Tetapi sampai saat ini pihaknya belum menyuplai air bersih ke tiga desa atau kelurahan itu.

Pihaknya masih menunggu kesiapan pemerintah setempat untuk menyediakan sarana penampungan air kiriman BPBD.

"Air kami sudah siap, tinggal menunggu kesiapan pihak desa menerima kiriman air dari kami," katanya.

Di luar tiga desa atau kelurahan itu, pihaknya belum menerima permintaan air bersih dari desa-desa lain.

Armada truk tangki untuk pengiriman air bersih ke desa-desa kekeringan pun masih menganggur di garasi kantor.

Padahal, saat seperti ini pada Agustus 2019, pihaknya sedang sibuk-sibuknya melayani permintaan air bersih dari banyak desa yang dilanda kekeringan. (Khoirul Muzakki)

9 Pejabat Eks Nonjob Pemkot Tegal Wajib Kembalikan Uang Selisih TPP, Paling Lambat 3 September

Tim PSIS Semarang Jalani Tes Swab, Besok Rabu Pagi di Balai Kota Semarang

Saya Peringatkan Tidak Peduli Siapapun, Sikap Gubernur Ganjar Bila Ada Pejabat Tak Gunakan Masker

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved