Filipina Diguncang Dua Bom, 11 Orang Termasuk Tentara Tewas
Kelompok milisi bersenjata dicurigai meledakkan dua bom dahsyat yang mengguncang Kota Jolo, daerah Filipina selatan pada Senin (24/8/2020).
Namun, pihak militer menyalahkan komandan kelompok Abu Sayyaf, Mundi Sawadjaan, atas pemboman tersebut.
• Ketombean? Ini Tiga Bahan yang Mudah Didapat untuk Atasi Ketombe
• Mulai Hari Ini, Jalur Pendakian Gunung Sindoro, Sumbing, Prau, dan Bismo dari Wonosobo Ditutup
Pejabat militer mengatakan pekan lalu bahwa Sawadjaan berencana melancarkan pemboman di Sulu dengan memanfaatkan dua wanita untuk membawa bom bunuh diri.
Militer Filipina telah melancarkan serangan selama berbulan-bulan terhadap kelompok Abu Sayyaf yang bersekutu dengan ISIS.
Jumlah milisi kelompok tersebut diperkirakan telah menyusut menjadi beberapa ratus orang dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai hal.
Bahkan, seorang jajaran pimpinan kelompok tersebut, Abduljihad Susukan, menyerah kepada pihak berwenang dua pekan lalu setelah terluka dalam pertempuran.
Susukan didakwa atas penculikan dan pemenggalan para sandera, termasuk turis asing.
Dia sekarang dalam tahanan polisi dan menghadapi berbagai tuduhan pembunuhan.
Pejabat militer mengatakan mereka tidak mengabaikan kemungkinan bahwa pemboman tersebut mungkin dilakukan sebagian sebagai pembalasan atas penahanan terhadap Susukan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Bom Dahsyat Guncang Filipina, 11 Orang Tewas 40 Terluka".