Breaking News:

Berita Wonosobo

Mulai Hari Ini, Jalur Pendakian Gunung Sindoro, Sumbing, Prau, dan Bismo dari Wonosobo Ditutup

Kesepakatan tersebut diambil usai sejumlah pengelola bertemu untuk membahas perkembangan penularan Covid-19, Sabtu (22/8/2020).

Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya
Panorama di salah satu puncak Gunung Prau. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sejumlah pengelola basecamp pendakian gunung di Kabupaten Wonosobo sepakat menutup aktivitas pendakian mulai hari ini, Senin (24/8/2020).

Kesepakatan tersebut diambil usai sejumlah pengelola bertemu untuk membahas perkembangan penularan Covid-19, Sabtu (22/8/2020).

Yang menandatangani kesepakatan itu meliputi pengelola basecamp pendakian Gunung Sumbing via Garung, basecamp Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu, basecamp Sindoro via Sigedang, serta basecamp Sindoro via Banaran.

Ada juga pengelola basecamp Kembang via Lengkong, basecamp Kembang via Blembem, basecamp Gunung Bismo via Deroduwur, basecamp Bimo via Silandak, dan basecamp Bismo via Sikunang.

Pendakian Gunung Prau Via Patakbanteng Dibuka, 100-an Pendaki Muncak Per Hari

Dalam Dua Pekan, Kasus Covid-19 di Wonosobo Bertambah 46 Kasus. Ini yang Dilakukan Pemkab

Wajib, Wisatawan Harus Tunjukkan Hasil Tes Rapid saat Berkunjung ke Tempat Wisata di Wonosobo

Juga, basecamp Bismo via Pulosari, basecamp Bismo via Maron, basecamp Gunung Prau via Patakbanteng, basecamp Prau via Kalilembu, basecamp Prau via Igirmranak, dan basecamp Prau via Dieng.

"Ditutup mulai Senin tanggal 24 Agustus," kata Misyadi, pengelola basecamp Gunung Prau via Patakbanteng, Senin.

Dalam surat kesepakatan bersama itu disebutkan, penutupan dilakukan dalam rangka membantu Pemkab Wonosobo menekan angka penyebaran Covid 19 yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

Misyadi mengatakan, penutupan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Tapi, pengelola basecamp merekomendasikan kepada Pemkab Wonosobo untuk menerapkan protokol kesehatan di semua pelayanan publik.

Misyadi mengatakan, pihaknya sempat mendapati petugas loket di objek wisata yang dikelola Pemkab Wonosobo di Dieng tidak memerhatikan protokol kesehatan.

Bendera Merah Putih Pagari Telaga Cebong Dieng di Wonosobo, Panjangnya Capai 1.800 Meter

Pembelajaran Tatap Muka di Banyumas Belum Diizinkan, Bupati: Ada Tiga Syarat Wajib

Koalisi dengan PKS Ambyar, Partai Gerindra Purbalingga Balik Kanan Dukung Oji-Jeni

Padahal, pihaknya, selama ini, sudah berusaha menegakkan protokol bagi pendaki untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Kami melihat, di objek wisata yang dikelola Pemda di Dieng, petugasnya tidak mengenakan masker," katanya.

Sebelum penutupan basecamp, Pemkab Wonosobo sempat mengeluarkan kebijakan baru terkait protokol bagi wisatawan atau pendaki.

Wisatawan dari luar kota diwajibkan membawa hasil rapid test nonreaktif atau hasil negatif dari pemeriksaan PCR. Tetapi kebijakan ini memicu polemik di media sosial.

Alih-alih mensyaratkan rapid test bagi pendaki, pengelola basecamp akhirnya memilih menutup semua jalur pendakian gunung di Wonosobo. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved