Berita Jateng

Banyak Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tapi Belum Lapor, Disdikbud Jateng Surati Dinas Pendidikan

Dalam edaran resmi yang dikirimkan ke cabang dinas daerah di Jateng juga terampil form pemberitahuan mengenai pembukaan pembelajaran secara langsung.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
SMP KRISTEN 2 SALATIGA
ILUSTRASI - Simulasi penerapan sistem pembelajaran tatap muka di SMP Kristen 2 Salatiga, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Jateng telah memberi penegasan ke setiap cabang dinas pendidikan di daerah.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Pj Sekda Jateng Nomor 400/0011336 per 10 Agustus 2020 perihal Penyelenggaraan KBM Tahun Pelajaran 2020/2021.

Penegasan tersebut diberikan ke cabang dinas pendidikan daerah, karena sudah ada beberapa daerah yang sudah membuka pembelajaran tatap muka.

Namun hingga kini tidak dilaporkan kepada Pemprov Jateng.

Apresiasi Pemkab Banyumas, Polda Jateng Bantu Tegakkan Hukum Protokol Kesehatan

Masih Sepi Peminat di Jateng, Mendaftar Jadi Tim Pemantau Pilkada Serentak 2020

Pekan Depan Operasi Protokol Kesehatan Serentak di Jateng, Sanksi Pelanggar Diserahkan Tiap Daerah

Brebes Sudah Mulai KBM Tatap Muka, Gubernur Jateng: Awas Jangan Sampai Ada Klaster Sekolah

Dikatakan Plt Kepala Disdikbud Jateng, Padmaningrum, edaran resmi Pemprov Jateng itu meminta cabang dinas pendidikan daerah untuk melakukan koordinasi.

"Edaran itu sudah kami kirimkan ke cabang dinas daerah beberapa waktu lalu."

"Hal itu untuk menindaklanjuti pembukaan pembelajaran tatap muka yang hingga kini tidak ada laporannya," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (24/8/2020).

Dilanjutkannya, dalam edaran resmi yang dikirimkan ke cabang dinas daerah juga terampil formulir pemberitahuan mengenai pembukaan pembelajaran secara langsung.

"Kami ingin melakukan komunikasi dengan cabang dinas pendidikan daerah."

"Karena ada SD maupun SMP yang buka, tetapi tidak terkonfirmasi oleh Pemprov Jateng," ujarnya.

Dituturkan Padmaningrum, konfirmasi sangat penting dilakukan untuk memantau kelayakan sekolah dan kondisi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

"Kalau tidak terkonfirmasi tentunya akan susah melakukan kontrol terhadap sekolah dan siswa," jelasnya.

Adapun dalam edaran yang dikirimkan ke cabang dinas daerah, terdapat empat poin yang ditekankan.

Dimana cabang dinas pendidikan daerah diminta untuk melakukan identifikasi dan pemetaan terkait penyelenggaraan KBM pada satuan pendidikan SD dan SMP di Jawa Tengah.

Selain itu pemetaan diperlukan guna penyiapan kebijakan yang terkait dengan penyelenggaraan KBM di masa pandemi Covid-19.

Sehingga penyelenggaraan pendidikan tetap memberikan prioritas utama pada kesehatan dan keselamatan warga pendidikan.

Selain itu cabang dinas pendidikan daerah diminta memberikan informasi KBM pada satuan pendidikan SD dan SMP lewat form yang sudah dilampirkan.

Yang terakhir hasil identifikasi agar segera disampaikan kepada Pemprov Jateng sebagai bahan penyusunan laporan untuk Gubernur dan Sekda Jateng. (Budi Susanto)

Berikan Cashback Rp 300 Ribu, Ini Harga Terbaru Vivo V19

Hoaks Uang Pangkal Rp 87 Miliar yang Viral di Twitter, Rektor Undip: Kami Bawa ke Ranah Hukum

Satu Anggota Dewan Kembali Positif Corona, Bupati Banyumas: Klaster Perkantoran Ini Bisa Bertambah

Kalau Ganti Meteran Listrik yang Rusak, Bayar atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap PLN

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved