Berita Purbalingga
Pemkab Purbalingga Janji Kembangkan Pendidikan di Pondok Pesantren
Pemkab Purbalingga berkomitmen mengembangkan pendidikan di pondok pesantren.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemkab Purbalingga berkomitmen mengembangkan pendidikan di pondok pesantren.
Hal ini disampaikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat Halaqah Ulama dan Tokoh Agama Kabupaten Purbalingga di Pondok Pesantren Nurul Quran, Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Sabtu (15/8/2020).
Bupati Purbalingga yang akrab disapa Tiwi ini mengatakan, dalam rangka menyukseskan pembangunan Purbalingga, dibutuhkan sinergitas pemerintah dengan ulama dan umaro.
Banyak masukan dari ulama dan tokoh agama terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, yakni komitmen pemerintah daerah terhadap pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kabupaten Purbalingga.
"Kami (pemkab, Red) juga berkomitmen terhadap kemajuan madrasah diniyah (madin) dan TPQ, baik dari sisi fisik maupun nonfisik," kata Bupati Tiwi dari rilis diterima tribunbanyumas.com, Senin (17/8/2020).
• Sederhana, Upacara 17 Agustus di Istana Diikuti Presiden dan Kalangan Terbatas
• 35 Santri di Pati Positif Covid-19 setelah Ponpes Gelar Belajar Tatap Muka Tanpa Izin
• Jembatan Kasri di Desa Balapulang Wetan Tegal Disulap Jadi Warna-warni, Ini Tujuan Remaja Setempat
Tiwi juga berjanji memperhatikan kesejahteraan guru-guru sekaligus pemberdayaan ekonomi yang ada di pondok-pondok pesantren.
Hal ini menjadi masukan yang sangat baik untuk program keagamaan di tahun 2021.
"Kebetulan, masih dalam penyusunan KUA–PPAS 2021 dan insyaallah, apa yang menjadi hasil dari halaqah dari para alim ulama, akan dijadikan sebagai masukan untuk menyusun kebijakan program ke depannya," ujarnya.
Bupati Tiwi menuturkan, pemerintah tidak dapat berjalan dan bekerja tanpa dukungan elemen masyarakat utamanya para alim ulama.
Hal ini tercantum dalam visi Purbalingga, yakni Purbalingga yang mandiri, berdaya saing menuju masyarakat sejahtera dan berakhlakul karimah.
"Perlu adanya sinergi antara para ulama, umaro, dan umat untuk mewujudkan Purbalingga yang Berakhlakul Karimah," tutur Bupati Tiwi.
Ia berharap, program-program yang menjadi aspirasi dari ulama maupun tokoh agama dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Purbalingga.
Hal ini bertujuan agar Pemkab Purbalingga mampu mewujudkan Purbalingga yang akhlakul karimah yang disengkuyung oleh elemen masyarakat utamanya para alim ulama.
• Bendera Pusaka Tak Lagi Dikibarkan saat Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Ini Alasannya
• Upacara 17 Agustus: Gubernur Ganjar Pranowo Ajak Warga Purbalingga Tidak Mudah Sambat
• Keran Wastafel di Area Publik di Kota Semarang Banyak Dicuri Orang, Ini Imbauan Disperkim
"Mudah-mudahan program-program yang tadi menjadi aspirasi para kiai, ulama, pimpinan pondok, madin dan juga TPQ ke depan bisa ditindaklanjuti Pemkab Purbalingga," ujarnya.
Sementara itu, penggagas kegiatan halaqah, kiai Ma’ruf Salim mengatakan pesantren, TPQ, majelis talim dan madin menjadi lembaga pendidikan keagamaan yang teruji dalam rangka pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-purbalingga-dyah-hayuning-pratiwi-hadiri-halaqah-ulama-dan-tokoh-agama.jpg)