Jumat, 8 Mei 2026

HUT Ke 75 RI

Kembali ke NKRI, 5 Eks Napiter Ikuti Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Solo

Lima eks narapidana teroris (napiter) mengikuti upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di halaman Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Eks napiter mengikuti upacara HUT ke-75 RI di Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020). 

Dalam hal ini, BIN berkepentingan menjaga keamanan dan ketertiban nasional, termasuk terlibat dalam proses rehabilitasi eks napiter agar kembali mengakui NKRI, serta dapat kembali diterima masyarakat luas.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mantan tahanan teroris memiliki arti penting bagi keamanan nasional maupun internasional.

Selain itu, rehabilitasi eks napiter merupakan upaya memanusiakan manusia sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

Rayakan HUT RI, 30 Atlet Panjat Tebing Bentangkan Merah Putih Raksasa di Jembatan Lolong Pekalongan

Siswa SMA Ini Dapat Penghargaan setelah Selamatkan Bendera Merah Putih yang Hanyut di Parit

Bersama instansi negara lainnya, BIN bekerja keras melakukan rehabilitasi terhadap eks napiter.

Satu contohnya, PM, seorang pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, yang terbukti memimpin sebuah kelompok beranggotakan delapan orang.

Kelompok ini berencana meracuni polisi di Polda Metro Jaya sebelum akhirnya ditangkap pada Oktober 2011 silam.

Akibat perbuatannya tersebut, PM harus menjalani hukuman penjara di Polda Metro Jaya, Mako Brimob, dan Lapas Klas II A Magelang selama 30 bulan, sebelum bebas pada April 2014.

Kemudian, M, eks napiter yang menjalani hukuman lima tahun penjara atas kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia, melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur, pada 2011.

Meski memiliki latar belakang kasus terorisme dan kelompok berbeda, baik PM dan M, serta eks napiter lain, telah sama-sama kembali kepada pangkuan NKRI, dan mengambil kesempatan kedua yang dimiliki untuk menebus kesalahan masa lalunya.

"Semuanya, kini fokus memperbaiki taraf perekonomian keluarga masing masing maupun lingkungan sekitar rumah mereka dengan berbagai kegiatan positif," jelas Wawan.

Tenaga Medis Kota Tegal Diapresiasi Ikatan Dokter dan Pemkot

"Bahkan, PM menjadi ketua kelompok tani ikan di lingkungan tempat tinggalnya dan rutin mengadakan latihan budidaya ikan secara mandiri, termasuk dalam membuat pakan ikan agar mendapat keuntungan maksimal saat panen tiba," ujarnya.

Eks napiter Sragen, PM menceritakan, telah mengikuti beberapa program dari pemerintah dalam upaya terjun kembali ke masyarakat seperti Peduli Lingkungan Sekitar (PLS).

Dirinya bersama warga sekitar membentuk kelompok kecil dengan usaha pembenihan ikan lele.

"Ada 10 orang. Rencananya, mau pembenihan bibit ikan gurame," jelasnya.

Dia mengungkapkan, pascabebas dari tahanan pada 2014 lalu, tidak ada stigma buruk dari masyarakat.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved