Liga 1 2020
PSIS Semarang Segera Rapat Virtual, Termasuk Bahas Nilai Kontrak Pemain Jelang Kelanjutan Liga 1
Manajemen PSIS Semarang berencana bakal mengadakan pertemuan secara virtual dengan seluruh pemain dan official tim dalam waktu dekat ini.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebelum mempersiapkan tim menghadapi kompetisi Liga 1 pada awal Oktober 2020, manajemen PSIS Semarang berencana bakal mengadakan pertemuan secara virtual dengan seluruh pemain dan official tim dalam waktu dekat ini.
Hal yang akan dibahas yakni terkait renegosiasi kontrak dan agenda menyongsong lanjutan Liga 1 2020.
"Iya tentunya menyikapi kelanjutan Liga 1 ini."
"Kami memang sudah memiliki rencana untuk bertemu dengan pemain, namun secara virtual."
"Nanti semua pemain dan official akan kami undang, termasuk pemain asing,” kata General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/8/2020).
• Dragan Kepincut Ingin Promosikan Jorry Masuk Tim Senior PSIS Semarang, Karena Hal Ini
• Klub Liga 1 Boleh Ganti Lima Pemain di Tiap Pertandingan, Begini Respon Pelatih PSIS Semarang
• Sempat Dikeluhkan CEO PSIS Semarang, Subsidi Klub Peserta Liga 1 Tetap Rp 800 Juta Tiap Bulan
Kendati demikian ia belum memastikan kapan agenda tersebut bakal terlaksana.
Liluk mengatakan, pihaknya bakal transparan kepada para pemain, utamanya mengenai kondisi tim di tengah pandemi Covid-19.
"Ini semua lagi disiapkan terkait apa saja yang akan kami komunikasikan."
"Sesuai dengan tekad kami sebelumnya, kami akan tranparan terhadap semua pemain PSIS Semarang dan official," katanya.
Adapun pada Juli 2020, manajemen PSIS Semarang sebelumnya pernah bertemu dengan sejumlah pemain secara tatap muka.
Itu berlangsung di mess tim PSIS di Kota Semarang.
Pemain-pemain tersebut merupakan para pemain yang berdomisili di Jawa Tengah.
Seperti Septian David Maulana (Kota Semarang), Hari Nur Yulianto (Kendal), Fredyan Wahyu Sugiantoro (Surakarta).
Lalu Joko Ribowo (Pati), Komarodin (Kendal), Muhammad Ridwan (Boja), Riyan Ardiyansyah (Pati), dan Aditya Jorry Guruh (Rembang).
Hadir juga salah satu pemain asing PSIS yang masih tinggal di Kota Semarang yakni Jonathan Cantillana.
Dalam kesempatan saat itu, manajemen PSIS Semarang dan pemain saling berdiskusi terkait rencana dilanjutkannya kompetisi Liga 1 2020.
Pihak manajemen menyampaikan terkait kondisi tim saat ini terutama pasca manager meeting dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada beberapa waktu lalu.
• Lima Penyu Ditemukan Mati di Perairan Cilacap, Jumawan: Banyak Faktor Selama Dua Bulan Terakhir Ini
• Jalan Brobahan Kranji Purwokerto Masih Ditutup, Lockdown Sementara Berlaku 14 Hari
• Jalan Rusak Parah, Mobil Rombongan Bupati Banjarnegara Harus Kandas Lintasi Jalur Ekstrem Simego
Seusai pertemuan saat itu, manajemen PSIS Semarang mengapresiasi sikap pemain yang mengerti kondisi klub saat ini.
Mereka pun menyatakan diri siap kembali mengikuti kompetisi Liga 1 2020.
Dalam SK Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020 beberapa waktu lalu.
Disebutkan bahwa klub diperbolehkan melakukan kesepakatan ulang atas perubahan nilai kontrak bersama pelatih dan pemain secepatnya.
Untuk klub Liga 1, perubahannya pembayaran diperbolehkan maksimal 50 persen.
Sedangkan klub Liga 2 maksimal sekira 60 persen.
Kedua maksimal pembayaran itu dengan syarat nilai kontrak baru tidak kurang dari upah minimum regional (UMR) tiap-tiap daerah.
"Pertama kami mengapresiasi sikap pemain yang mengerti kondisi klub saat ini."
"Terutama soal finansial tim di tengah pandemi, skema dari PSSI mengenai pembayaran gaji
50 persen dari kontrak bisa di maklumi oleh pemain."
"Kemudian mereka juga siap untuk kembali mengikuti kompetisi," kata Liluk.
"Pemain juga memberi masukan ke manajemen untuk memperjuangkan hak mereka supaya lebih dari keputusan PSSI beberapa waktu lalu."
'Kami akan sampaikan itu ke federasi dan kami akan melihat keputusan final dari PT LIB soal hak komersial."
"Manajemen intinya akan transparan terhadap pemain," ungkapnya. (F Ariel Setiaputra)
• Sanksi Bagi Warga Tidak Gunakan Masker Diterapkan di Jateng, Ganjar Sudah Keluarkan Pergub
• Zona Kuning Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Komisi E DPRD Jateng: Pemerintah Jangan Gegabah
• Terjadi Lonjakan Kasus Pasien Positif Covid-19 di Kota Tegal, Jumadi: Kebanyakan Tanpa Ada Gejala