Berita Tegal
Pengurus MUI Tingkat Kecamatan Dilantik, KH Abu Chaer Annur: Ada Tiga Peran Mereka di Kota Tegal
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi berharap, pengurus MUI di tingkat kecamatan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Islam.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MU) Kecamatan se Kota Tegal periode 2020-2025, dilantik di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Selasa (11/7/2020).
Mereka dilantik oleh Ketua MUI Kota Tegal, KH Abu Chaer Annur.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi dan Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal Ahmad Farkhan.
• Terjadi Lonjakan Kasus Pasien Positif Covid-19 di Kota Tegal, Jumadi: Kebanyakan Tanpa Ada Gejala
• Festival Bahari Jazz Digelar Desember, Selama Sebulan di Pantai Alam Indah Kota Tegal
• PSBB Tahap Tiga Ditiadakan di Kota Tegal, Jumadi: Tak Mau Ekonomi Masyarakat Justru Terpuruk
• Mantapkan Tegal Go Digital, Jumadi Sambangi Kementerian Kominfo, Ini Hasil Pertemuannya
Ketua MUI Kota Tegal, Abu Chaer mengatakan, peran MUI itu ada tiga.
Yaitu menjaga agama, kesatuan umat, dan negara.
Dia berpesan, agar agama dijaga bersama dan tolak segala bentuk hal yang melemahkan umat Islam.
"Jangan sampai terpecah belah."
"Jangan sampai kelompok satu dengan yang lain bermusuhan."
"Negara harus jaga bersama karena Indonesia mayoritas penduduknya muslim."
"Sebagai warga muslim wajib menjaga negara, jangan sampai rusaknya," kata Abu Chaer kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/8/2020).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi berharap, pengurus MUI di tingkat kecamatan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Islam.
Termasuk juga di dalamnya adalah kemajuan syiarul Islam di Kota Tegal.
Dia menilai, pertemuan semacam ini akan memberikan arah yang positif terutama dalam pembangunan moral keagamaan umat.
Serta sebagai penguat posisi MUI sebagai organisasi yang bisa mengakar hingga wilayah kecamatan.
Menurut Jumadi, hal itu semakin mendekatkan MUI dengan umat dan bisa jadi pengayom masyarakat.
"MUI adalah wadah para ulama."
"Selama ini tidak diragukan lagi perannya dalam pembangunan di Kota Tegal."
"Terutama peran ulama dalam menjaga keseimbangan pembangunan, baik fisik maupun moral."
"Utamanya pembangunan mental keagamaan masyarakat," jelasnya. (Fajar Bahruddin Achmad)
• Baru Separo Bulan Sudah Ada 20 Napi, Lapas Narkotika Purwokerto Bisa Tampung 270 Orang
• Tertinggi di Indonesia, Jumlah ASN Pensiun Tak Sebanding Perekrutan di Kota Semarang
• PSIS Semarang Segera Rapat Virtual, Termasuk Bahas Nilai Kontrak Pemain Jelang Kelanjutan Liga 1
• Diluncurkan, CCTV Analitics dan Semarang Satu Data, Ini Fungsi dan Tujuannya Menurut Hendi