Rabu, 3 Juni 2026

Berita Internasional

Hujan Badai, Pesawat Jatuh dan Terbagi Dua, 18 Orang Meninggal

Pesawat Air India Express Boeing 737 yang jatuh pada Jumat malam (7/8/2020), patah jadi dua bagian.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
(AP/CK THANSEER)
Puing-puing pesawat Air India Express 1344 yang jatuh di Bandara Kozhikode, Negara Bagian Kerala, India, Jumat (7/8/2020). Pesawat tergelincir keluar landasan saat mendarat karena hujan badai, dan patah jadi dua.(AP/CK THANSEER) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pesawat Air India Express Boeing 737 yang jatuh pada Jumat malam (7/8/2020), patah jadi dua bagian.

Cuaca saat itu hujan badai, membuat pesawat yang mengangkut 190 orang itu tergelincir ke luar landasan.

Para pihak berwenang mengumumkan jumlah korban meninggal sejauh ini 18 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Penerbangan bernomor IX 1334 ini datang dari Dubai membawa pulang warga India yang terjebak di sana akibat pandemi virus corona.

Laporan pertama mengungkap, pesawat tergelincir ke luar landasan dan jatuh ke parit di Kozhikode, Negara Bagian Kerala.

PT Liga Enggan Menanggung Akomodasi PSIS Jika Bermarkas di Yogyakarta, Mahesa Jenar Tetap di Citarum

Jajal Olahraga Paralayang di Bukit Watu Kumpul, Bupati Banyumas: Bikin Nagih

Pemuda 24 Tahun Cabuli dan Bunuh Anak 8 Tahun, Berdalih Kesal Kepada Orangtuanya

Persiapan Gattuso Jelang Napoli vs Barcelona yang akan Tayang di SCTV Minggu 9 Agustus Dini Hari

"Bahan bakarnya bocor jadi ini keajaiban pesawat tidak terbakar, jumlah korban bisa lebih banyak," kata seorang petugas darurat senior di tempat kejadian kepada kantor berita AFP.

Salah seorang penumpang Renjith Panangad (34) menceritakan, pesawat sempat mendarat lalu tiba-tiba semuanya "kosong".

"Setelah kecelakaan itu pintu darurat terbuka dan entah bagaimana saya keluar," katanya kepada AFP dari ranjang rumah sakit di Kozhikode.

"Bagian depan pesawat hilang - benar-benar hilang. Saya tidak tahu bagaimana saya selamat, tetapi saya bersyukur. Saya masih syok."

Sementara itu Menteri Penerbangan India Hardeep Singh Puri mengatakan, jumlah korban tewas hingga Jumat malam menjadi 18 orang.

Korban tewas termasuk dua pilot serta bayi 10 dan 18 bulan, menurut daftar dari rumah sakit yang dilihat AFP.

Dokter berkata, sedikitnya 15 orang mengalami cedera serius.

Kozhikode termasuk bandara yang sulit, karena landasan pacunya bertipe table-top dengan turunan curam di salah satu ujungnya.

Artinya, landasan pacu tersebut berada di puncak sebuah bukit, di mana Air India Express jatuh ke jurang setelah tergelincir.

Tes Massal Virus Corona, 1 Anggota Dewan dan 2 ASN di Kendal Positif Covid-19

Postingan Korban Pencabulan Viral di Instagram, Polisi Buru Pelaku

Sekolah Sulit Lakukan Pengadaan Komputer, Kepala Sekolah Mengadu ke Dewan

Quartararo Ungkap Pesaing Terberatnya di MotoGP Bukan Rossi atau Marquez

Kerala diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir, dan hujan lebat terjadi di Kozhikode beberapa jam sebelum burung besi itu mendarat.

Kerala sering diterjang banjir akibat angin muson.

Sedikitnya 15 orang tewas pada Jumat setelah tanah longsor yang dipicu hujan lebat, meratakan deretan gubuk di wilayah lain negara bagian tersebut.

"Telah turun hujan selama dua hari terakhir... Ini bencana ketiga di wilayah itu (tahun ini). Pertama banjir, kemudian tanah longsor, dan sekarang ini," kata perwira polisi senior setempat, Abdul Karim dikutip dari AFP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hujan Badai, Pesawat Air India Express Jatuh dan Patah Jadi 2, Tewaskan 18 Orang", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved