1 WNI Jadi Korban Ledakan di Lebanon
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, ada satu orang warga negara Indonesia yang luka namun kondisi sudah stabil.
Warga turun ke jalan memprotes cara pemerintah menangani krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990.
Terjadi pula ketegangan di perbatasan dengan Israel, yang mengatakan pekan lalu mereka menggagalkan upaya kelompok Hizbullah memasuki wilayah mereka.
Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher, mengatakan, ledakan ini mengingatkan orang akan bom yang menewaskan anggota parlemen dan mantan perdana menteri Rafik Hariri pada 2005.
Ketika itu, Hariri adalah politisi Sunni kenamaan yang menyerukan agar Suriah mundur dari Lebanon.
Sejak awal perang saudara pada 1976, Suriah menempatkan tentara di negara ini.
Pembunuhan membuat puluhan ribu warga turun ke jalan-jalan memprotes pemerintah Lebanon yang pro-Suriah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu WNI Jadi Korban Luka dalam Ledakan di Beirut, Lebanon".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ledakan-di-beirut-lebanon.jpg)