Berita Nasional

Bakal Keren Nih, Ada Kereta Gantung di Pegunungan Menoreh Yogyakarta

Agar semakin menarik wisatawan di masa depan, di sana rencananya akan dilengkapi dengan kereta gantung ke daerah perbukitan Gunung Menoreh Yogyakarta.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/DANI J
Panorama hutan di pegunungan jadi andalan. Waktu yang paling tepat untuk wisata ke tempat ini adalah pagi dan sore sambil menikmati sapuan warna lembayung di langit karena matahari terbit ataulah tenggelam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Kini, pemerintah sedang mengkaji konsep pengembangan wisata di Pegunungan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Agar semakin menarik wisatawan di masa depan, di sana rencananya akan dilengkapi dengan kereta gantung ke daerah perbukitan.

Pemerintah Kulon Progo menggandeng pengembang obyek wisata Pulepayung untuk rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

Sogok Tetap Saja Ngotot Tak Terlibat Komplotan Pencuri Sapi, Kapolsek Gunungpati: Dia Pemain Lama

16 Ribu Santri Ponpes Dapat Pendampingan Kesehatan, Begini Teknis Dinkes Kabupaten Semarang

Partai Gerindra dan PKS Bentuk Koalisi Baru di Pilkada Purbalingga, Usung Paslon Fidloh-Adi Yuwono

Kabar Ruang ICU RSUD Kardinah Tegal Ditutup Karena Perawat Terpapar Covid-19, Begini Faktanya

“Kami menyambut ide dasar atau niat baik, itikad baik itu."

"Kami minta didampingi Asisten Daerah II, Kepala Dinas Pariwisata, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu supaya teman-teman sudah tahu maksudnya."

"Agar nantinya bisa membantu kelancaraannya (rencana pembangunan)."

"Jadi komitmennya seperti itu,” kata Bupati Kulon Progo, Sutedjo seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Dalam rencana, kereta gantung bisa terbentang sepanjang 2 kilometer, mulai dari Waduk Sermo ke kawasan perbukitan.

Sepanjang kereta gantung, orang bisa melihat pesona Kulon Progo dari ketinggian.

Seperti pemandangan Bandar Udara Yogyakarta International Airport, garis pantai di Selatan, dan keindahan pegunungan itu sendiri.

Investor Pulepayung, Ismed Hariawan mengungkapkan, pembangunan ini juga mengingat bagaimana sulitnya akses menuju ke objek wisata yang berada di pegunungan.

Padahal, potensi wisatanya sangat besar.

Kereta gantung akan memudahkan wisatawan sampai ke atas.

“Pertama ini kan memang perbukitan, sehingga akses ke atas memang agak susah."

"Sementara di atas itu sebetulnya potensinya cukup baik dan juga wisata di sini ada objek hingga bandara,” kata Ismet.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved