Berita Regional
Kisa Pilu Siswa di Simalungun, Panjat Pohon demi Sinyal Internet: Andaikata Bisa Dibeli, Pasti Beli
Kisa Pilu Siswa di Simalungun, Panjat Pohon demi Sinyal Internet agar Dapat Ikuti Sekolah atau Belajar Daring: Andaikata Bisa Dibeli, Pasti Beli
Ada sebuah desa kecil namanya Desa BAHPASUNSANG. Penduduk nya lebih kurang 100 KK. Nah, Desa Bahpasunsang menjadi topik ceritaku ini.
Aku bercerita BUKAN tentang keasrian desa itu. Bukan tentang beningnya Bahkulistik dan Bahbolon di pinggiran desa itu. Bukan tentang Bahsiduaruang tempat istirahat nan teduh.
Aku juga bukan bercerita tentang banyaknya bencana longsor yang membuat akses lalu lintas yang amat "payah" menuju Desaku BAHPASUNSANG yang berada di antara Sondi Raya dan Sindaraya.
Aku bercerita tentang ANAK BANGSA yang ada di desa itu. Di Desa Bahpasunsang hanya ada satu gedung Sekolah Dasar.
Di masa Pendemi ini, siswa siswi SD tidak belajar di gedung Sekolah. Mereka taat aturan walau mereka bermukim di kelilingi hutan.
Dan tetap belajar dengan luring....secara berkelompok dan mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kepala Sekolahnya Asni Selpiani Saragih dan Asni Marchello.
Nah... Proses Belajar Mengajar SD tidak ada kendala walau covid 19 masih berdampak.
Lalu bagaimana denga SD, SMP dan Mahasiswa??
Inilah yang mau kuceritakan:
Untuk mencari SIGNAL mereka jalan kaki ke perbukitan hampir 2 km dari permukiman.
Namun...covid 19 menempa mereka menjadi lebih giat dan tangguh...MEREKA TIDAK MENYERAH.. Mereka tidak mengeluh...
Mereka tidak menyalahkan Gugus covid 19 Kabupaten Simalungun. Mereka tidak menyalahkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang mengajar Daring dan telkonference.
Mereka tau covid 19 adalah bencana..ujian dari Yang Maha Kuasa...
Lalu apakah mereka pasrah saat SIGNAL tak ada di desa mereka ??? Tidak...
Mereka berjuang.