Berita Regional

Pimpinan Ponpes Cabuli 15 Santrinya, Modusnya Berikan Doa Kepintaran

Empat orang santri melaporkan pimpinan ponpesnya di Serang, Banten atas tindak pidana pencabulan.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com/Istimewa
JM (52) pimpinan pondok pesantren di Serang Banten diamankan diduga cabuli santriwati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANTEN - Empat orang santri melaporkan pimpinan ponpesnya di Serang, Banten atas tindak pidana pencabulan.

Dari informasi yang beredar, korban keberingasan pimpinan ponpes itu sebenarnya lebih banyak.

 Pria berinisial JM (52) itu ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap 15 santriwati.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan pada Rabu (29/7/2020) pukul 01.30 WIB.

Ibadah Haji di Era Pandemi, Keliling Kabah Harus Terapkan Social Distancing

Hasil Lengkap Liga Italia: Immobile Kokoh di Puncak Top Skor, Juventus Kalah, dan AC Milan Pesta Gol

Jadwal Acara TV Hari Ini Kamis 30 Juli 2020 di: Trans TV, Trans 7, GTV, SCTV, RCTI, dan NET TV

MAJT Semarang Tetap Gelar Salat Iduladha, Berikut Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati Jamaah

Rupanya, pelaku menggunakan modus memberi doa-doa kepintaran serta ancaman dalam melakukan aksinya.

Dugaan adanya 15 santriwati yang menjadi korban dikatakan oleh perwakilan salah satu keluarga korban, Anton Daeng Harahap.

Namun dari 15 orang tersebut, hanya empat orang yang berani melaporkan kejahatan JM.

Sementara 11 orang lainnya tidak berani melapor dengan alasan tak mau menanggung malu.

"Pengakuan awalnya tidak mau mengaku dan cerita kepada keluarganya karena malu."

"Tapi, ada salah satu anak santriawati berinisial DA berani, akhirnya yang lain berani terbuka," kata Daeng kepada Kompas.com.

Modus JM dalam melancarkan aksinya ialah dengan menjanjikan kemampuan wafak atau jimat dengan doa-doa diberikan kepintaran kepada korbannya.

Jimat tersebut harus dibayar dengan persetubuhan.

"Modus kiainya ini diiming-imingi dengan wafak wiridan semacam itu."

"Setelah itu di situ diajak ke kamar, pembayarannya itu harus dengan syahwat, dipeluk, dicium, disuruh buka pakaian," ujar Daeng.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved