Breaking News:

Berita Purbalingga

Rumah Guru Wiyata Terbakar di Purbalingga, Lupa Matikan Kompor, Sedang Mengajar Sistem Daring

Nanik mendapatkan bantuan rehab RTLH karena rumahnya di Dusun Majingklak, Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol terbakar, Sabtu (18/7/2020).

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Kondisi rumah guru wiyata bhakti Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Tamansari Kecamatan Karangmoncol, Nanik (36) seusai terbakar saat disurvei petugas Kemenag Kabupaten Purbalingga, Selasa (28/7/2020). 

Dirinya bingung untuk biaya memperbaiki rumah.

Pasalnya, suami Nanik hanya seorang tukang ojek dan dirinya adalah guru wiyata bhakti.

"Suami saya penghasilannya juga tidak menentu."

"Kalau saya guru wiyata bhakti, ya penghasilannya juga tidak besar," tutur dia.

Dia menuturkan, tiba-tiba rumahnya disurvei oleh petugas Kemenag.

Dirinya baru diberitahu bahwa rumahnya akan mendapatkan bantuan RTLH.

"Saya sekarang dapat bantuan RTLH sebesar Rp 12 juta."

"Uang akan kami gunakan untuk memperbaiki rumah," jelasnya.

Nanik, guru wiyata bhakti Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Maarif Tamansari, Kecamatan Karangmoncol, mendapat bantuan rehab RTLH dari Kemenag Kabupaten Purbalingga, Selasa (28/7/2020).
Nanik, guru wiyata bhakti Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Tamansari, Kecamatan Karangmoncol, mendapat bantuan rehab RTLH dari Kemenag Kabupaten Purbalingga, Selasa (28/7/2020). (TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS)

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga, Karsono mengatakan, kegiatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dilakukan yaitu pentasyarufan (penyaluran) zakat.

Yakni kepada semua guru madrasah, ustadz maupun ustazah di Lingkungan Kemenag dan pengasuh pondok pesantren (ponpes).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved