Teror Virus Corona

Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 Terus Menurun di Kota Semarang, Ini Buktinya

Berdasarkan data Pemkot Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Selasa (28/7/2020) sore, pasien positif Covid-19 masih 695 orang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan, jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang selama sepekan terakhir ini mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan data Pemkot Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Selasa (28/7/2020) sore, jumlah pasien positif Covid-19 masih 695 orang.

Secara rinci, 535 warga Kota Semarang dan 160 warga luar Kota Semarang.

84 Petugas Coklit Abaikan PKPU Nomor 6 Tahun 2020, Bawaslu Kabupaten Semarang: Ditegur Secara Lisan

Cerita Kerinduan Hari Nur Yulianto, Nantikan Muhammad Yunus Merumput Lagi Bersama PSIS Semarang

Pemain Muda PSIS Semarang Ini Dapat Wejangan Khusus, Trik Pikat Hati Shin Tae-yong

Wisata Karaoke Bandungan Semarang Sudah Dibuka Lagi

"Selama seminggu ini turun dari 800 sekian semakin turun."

"Berita baiknya, meski belum ada vaksin, yang sembuh semakin banyak," tutur Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/7/2020).

Sejauh ini jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sudah mencapai 2.662 orang.

Secara rinci 2.216 merupakan warga Semarang dan sisanya orang luar Semarang.

Menurut Hendi, melalui tes massal yang digencarkan beberapa waktu lalu, pihaknya mampu mendeteksi secara cepat penderita Covid-19 yang masuk kategori OTG.

Dengan deteksi yang cepat, akhirnya mereka bisa disembuhkan.

Lebih lanjut, Hendi telah mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa mengatur secara baik.

Yakni antara upaya menanggulangi Covid-19 dan memulihkan perekonomian yang lama terpuruk akibat pandemi.

Dia meminta, anggaran yang masih ada agar dibelanjakan barang yang bermanfaat untuk masyarakat.

Semisal vitamin, masker, ataupun jamu tradisional dengan memberdayakan pelaku UMKM.

"Kami sudah sampaikan dan kumpulkan, mulai beli yang bermanfaat semisal vitamin dan masker."

"Kami sudah panggil Dinkop, UMKM yang jualan masker dan jamu agar bisa dibeli."

"Kami sudah mulai mengarah apa yang disebut presiden gas dan rem," jelasnya.

Dia menegaskan, akan berupaya agar dua hal yakni penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi bisa berjalan beriringan. (Eka Yulianti Fajlin)

Pejabat Pemkab Purbalingga Jalani Tes Swab, Suroto: Saya Tidak Takut Jika Hasilnya Positif

Persebaya Surabaya Pilih Bungkam, Tuding PSSI Belum Serius Lanjutkan Liga 1

Piala AFF 2020 Terancam Diundur Tahun Depan Karena Alasan Ini

Pesan Dedy Yon Kepada Peserta Latihan Paskibra: Jangan Jemawa Meski Kota Tegal Zona Hijau

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved