Berita Viral

Dikira Tukang Sapu, Camat Marahi Pimpinan Kantor yang Menyuruhnya: Saya Tidak Gila Hormat, tapi . .

Dikira Tukang Sapu, Camat Marahi Pimpinan Kantor yang Menyuruhnya: Saya Tidak Gila Hormat, tapi . .

pixabay.com
Ilustrasi tukang sapu sedang membersihkan sampah - Seorang camat memarahi pimpinan sebuah kantor di Samarinda, karena ia dikira tukang sapu. Pimpinan kantor itu dianggap seenaknya saja menyuruh orang lain membersihkan sampah di kantornya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Seorang camat memarahi pimpinan sebuah kantor di Samarinda, Kalimantan Timur, gara-gara ia dikira tukang sapu.

Pimpinan kantor itu sekonyong-konyong menyuruh sang camat yang sedang membawa sapu karena hendak berangkat kerja bakti.

"Saya tidak gila hormat, tapi saya hanya kesal, karena dia seenaknya suruh orang lain bersihkan sampah dia," kata sang camat.

Heboh, Hubungan Intim Sepasang Kekasih di Hotel Jadi Tontotan Warga, Lupa Tutup Jendela

Kepergok Curi Sepeda Onthel, Maling Ini Kabur Tinggalkan Motornya di Salatiga

Sepasang Pria-Wanita Tewas Telanjang di Mobil Innova, Ketahuan saat Kapal Bersandar di Pelabuhan

Heboh Embus Es Selimuti Komplek Candi Arjuna, Bun Upas Landa Datarang Tinggi Dieng

Peristiwa itu terjadi di simpang empat Jalan KH Ahmad Dahlan, Samarinda, Jumat (24/7/2020).

Setelah dimarahi dan baru mengetahui yang disuruhnya adalah seorang camat, pimpinan kantor tersebut meminta maaf dan mengaku hanya bercanda.

Hendak kerja bakti, dikira tukang sapu

Camat Samarinda Kota Anis Siswantini menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika dirinya hendak mengikuti kerja bakti di SMPN 2 Samarinda.

Anis dan stafnya saat itu memang membawa sejumlah alat untuk membersihkan lingkungan, seperti sekop, cangkul, sapu dan parang.

Ia pergi dari Kantor Camat Samarinda Kota ke SMP 2 dengan berjalan kaki lantaran posisi lokasi yang tak terlalu jauh.

Ketika berjalan itulah, seorang pimpinan kantor memanggil Anis, menyuruh Anis membersihkan sampahnya.

Dipanggil sampai tiga kali

Anis dipanggil tepat di simpang empat Jalan KH Ahmad Dahlan.

Pria itu memanggil Anis hingga tiga kali, mengiranya tukang sapu.

"Bu, Bu, sini Bu, sapu di sini kotor (depan ruko)."

"Dia panggil sampai tiga kali sambil melambaikan tangannya."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved