Selasa, 28 April 2026

Berita Banjarnegara

Sekwan Banjarnegara Nyaris Jadi Korban Penipuan Lewat SMS, Begini Modus Pelaku

Sejumlah pejabat struktural di Kabupaten Banjarnegara nyaris jadi korban penipuan mengatasnamakan seorang jurnalis sebuah surat kabar di Jawa Tengah.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
Shutterstock
ILUSTRASI panggilan spam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Hati-hati penipuan dengan modus penggalangan dana untuk teman yang sakit. Sejumlah pejabat struktural di Kabupaten Banjarnegara nyaris jadi korban penipuan mengatasnamakan seorang jurnalis sebuah surat kabar di Jawa Tengah.

Sekretaris DPRD Banjarnegara Catur Subandrio, satu di antaranya. Pagi itu, Catur mendapat pesan singkat dawri orang mengaku pegawai dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dengan nada sok akrab, ia meminta nomor handphone teman-teman Catur sesama pejabat struktural di lingkungan Pemkab Banjarnegara.

Catur pun sempat bingung kenapa orang mengaku pegawai pemprov itu mendapat nomor handphone-nya.

Usut punya usut, orang itu mendapatkan nomornya dari teman yang menjabat sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pelaku sebelumnya menghubungi kepala dinas itu untuk meminta nomor Catur.

"Dia, sebelumnya menelepon pejabat lain untuk mendapatkan nomor kepala dinas itu. Terus, dia telepon kepala dinas itu meminta nomor saya, begitu terus," kata Catur, Jumat (24/7/2020).

Benar saja, beberapa saat kemudian, Catur menerima short massage service (SMS) dari pelaku mengatasnamakan pers di Banjarnegara.

Isinya, pelaku memohon pejabat terkait membantu operasi kelenjar getah bening temannya di rumah sakit Sarjito Yogyakarta.

Pesan itu juga menyertakan nomor rekening istri pasien untuk alamat transfer.

Untungnya, Catur mengenal betul jurnalis yang namanya dicatut pelaku.

Nomor yang dipakai pun lain, bukan nomor pekerja media yang dia kenal. Ia balik menanyakan apakah yang bersangkutan berganti nomor, namun tak dijawab.

Karena yakin itu modus penipuan, Catur mengabaikan pesan tersebut.

Pelaku mulai emosi karena permintaannya tak direspon. Hingga ia mengeluarkan umpatan dan kata-kata kasar.

"Sampai dia ngatain PKI," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved