Berita Banjarnegara

Tak Disangka, Dulu Dibuang hanya untuk Mainan di Banjarnegara, Kini Tanaman Ini Bernilai Tinggi

Tak Disangka, Dulu Dibuang hanya untuk Mainan di Banjarnegara, Kini Tanaman Ini Bernilai Tinggi

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Tribunbanyumas.com/Khoirul Muzaki
Tanaman macadamia di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. Dulu, sekitar tahun 2019, tanaman ini sudah banyak tumbuh dan berbuah di desa tersebut. Namun, hanya dijadikan mainan anak dan seringkali dibuang saja. Kini, tak disangka oleh warga, ternyata buah ini merupakan kacang termahal di dunia, yang tentu punya nilai ekonomi tinggi. 

Mereka mendengar kisah di pelosok desa Kabupaten Banjarnegara, yakni Desa Pegundungan tumbuh subur tanaman Macadamia.

Siapa sangka, tanaman yang sempat dinilai kurang berguna ternyata diburu karena kelangkaannya.

Kacang Macadamia yang sempat dikira tak laku, ternyata sangat mahal di pasaran.

"Rasanya ya enak, itu kan kacang termahal. Dimakan mentah juga enak," katanya.

Bahkan, seorang tokoh penggelut kacang Macadamia dari Australia rela jauh-jauh ke Desa Pegundungan untuk melihat langsung bagaimana tanaman itu tumbuh subur, tak kalah dengan di habitat tanaman itu Australia.

Sebuah perusahaan bahkan menyatakan siap menampung kacang Macadamia hasil panen petani, berapapun jumlahnya.

Sayang, produksi kacang Macadamia di desa Pegundungan belum banyak karena banyak pohon yang ditebang.

Murti mengatakan, mulanya desanya mendapat bantuan bibit Macadamia dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 2009 lalu.

Desa-desa lain di Kecamatan Pejawaran saat itu, menurut dia, menolak dikasih bantuan itu.

Saat itu, petani sudah dikasih tahu bahwa Macadamia adalah kacang mahal.

Sayang, warga tak menerima informasi soal kacang itu secara detail. Setelah tanam, warga pun tak mendapat pendampingan.

Hingga tanaman itu berbuah setelah tujuh tahun ditanam, warga tak tahu kemana harus menjual.

Mereka juga tak tahu cara mengolahnya untuk mendapatkan nilai jual.

Karena masa tumbuhnya yang lama, serta tak ada kepastian soal serapan hasil panen, banyak petani yang memutuskan untuk menebangnya.

Hingga belakangan, petugas dari BPDAS HL Serayu Opak Progo berkunjung ke desa untuk menginventarisasi pohon Macadamia yang masih ada.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved