Berita Tegal

Proyek TPA Bokong Semar Kota Tegal Mandek Lagi, Kali Ini Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mandek akibat pandemi Covid-19.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Inilah lahan untuk TPA Bokong Semar di Kota Tegal, yang sementara ini dimanfaatkan warga setempat untuk berlatih menyetir mobil, Selasa (21/7/2020). Proyek tersebut terpaksa mandek karena pandemi virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mandek akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

TPA Bokong Semar dengan rencana luas 15 hektare itu, baru diuruk seluas 2,2 hektare.

Dalam catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, pengurukan tersebut baru pengerjaan proyek tahap satu.

Berlaku Mulai 30 Juli, Tim Relawan Mandiri Covid-19 Ambil Alih Tugas Gugus Tugas Kota Tegal

Petani Salak Desa Clapar Makin Mudah Nglangsir Hasil Panen, JUT Diresmikan Bupati Banjarnegara

Lockdown Kantor Pusat UNS Solo Diperkirakan Hingga Kamis, Ini Alasan Jamal Wiwoho

Lahan Milik Perusahaan 2 Tang Boleh Disewa, Jadi Lokasi Relokasi PKL Alun-alun Kota Tegal

Sebelumnya, proyek tersebut juga sempat terhenti saat Wali Kota Tegal Ikmal Jaya tertangkap KPK atas kasus tukar guling tanah (ruislag) TPA Bongkong Semar pada 2014.

Kabid Pengelolaan Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Tegal, Haryoto mengatakan, pengurukan baru dilakukan seluas 2,2 hektare.

Itu pun merupakan proyek pengerjaan pada 2019 dengan anggaran Rp 3,9 miliar.

Haryoto menjelaskan, mestinya tahun ini pengerjaan proyek TPA Bokong Semar tahap dua.

Yaitu pengurukan total seluas 12,8 hektare.

"Aslinya tahap kedua sudah dianggarkan sekira Rp 8,5 miliar."

"Karena Covid-19, anggaran dialihkan."

"Jadi pada 2020 tidak ada kegiatan," kata Haryoto kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/7/2020).

Haryoto mengatakan, tahap kedua rencananya akan dilaksanakan awal 2021 dengan anggaran Rp 23 miliar.

Tahap kedua itu pun masih hanya pengurukan.

Sementara untuk pembangunan, menurut Haryoto, itu masuk dalam pekerjaan tahap ketiga.

Pembangunan hingga selesai lengkap dengan sarana dan prasarananya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved