Rabu, 22 April 2026

Pilkada Solo 2020

Prediksi Pengamat Tentang Peluang Gibran di Pilkada Solo 2020

Berbagai prediksi tentang peluang Gibran menjadi Wali Kota Solo mulai bermunculan seusai putra Presiden Jokowi itu mencalonkan diri.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka blusukan ke Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah, Senin (23/12/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Berbagai prediksi tentang peluang Gibran menjadi Wali Kota Solo mulai bermunculan seusai putra Presiden Jokowi itu mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo 2020.

Hingga kini belum ada calon lawan Gibran dalam pilwalkot.

Jika hal ini terus berlanjut, bisa jadi Gibran akan melawan kotak kosong.

Pengamat menyarankan pemilihan tak perlu digelar jika putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini melawan kotak kosong.

Viral Postingan Twitter RS Paksakan Diagnosa Pasien Covid-19 Agar Dapat Insentir, RS Angkat Bicara

Bawa Juventus Tundukan Lazio, Cristiano Ronaldo Puncaki Daftar Top Skor Serie A Liga Italia

Mobil Ertiga Seruduk Truk di KM 321 Tol Pemalang Batang, Satu Orang Meninggal Dunia

Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 21 Juli 2020 di ANTV, GTV, RCTI, SCTV, Trans 7 dan Trans TV.

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan Gibran adalah calon terkuat untuk memenangkan Pilkada Solo 2020.

Peluang Gibran untuk melawan kotak kosong pun dinilai sangat terbuka.

Diketahui, DPP PDI Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dalam pemilihan wali kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

"Kalau ada kontestan yang bisa memulai itu siapa kira-kira partainya yang kira-kira membawa perlawanan supaya ada lawan tanding yang sebanding," kata Pangi saat dihubungi Tribunnews, Senin (20/7/2020).

Jika nantinya Gibran melawan kotak kosong terwujud, Pangi menilai Pilkada di Kota Solo itu tidak perlu digelar.

Ia meyakini Gibran akan menang melawan kotak kosong, mengingat Solo merupakan basis suara dari PDIP.

Pangi menyebut dana Pilkada sebaiknya diberikan kepada warga Solo terdampak Covid-19.

"Kalau lawan kotak kosong lebih baik dana pemilu di Solo itu dikasihkan saja ke rakyat dibagi-bagi aja itu, bagi-bagi aja langsung ketimbang hambur-hamburkan duit."

"Petugas KPU-nya suruh rakyat datang ke TPS, abis gitu milih kotak kosong atau Gibran, ngapain gitu kan capek-capek aja," katanya.

"Lebih labik tidak perlu ada pilkada, dikeluarkan aja SK-nya."

"Presiden Joko Widodo keluarkan aja tuh SK-nya Gibran pemenang, dari pada ngabisin duit," imbuhnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved