Berita Artis

Anji Meminta Maaf dan Menghapus Postingan Berisi Opini Tentang Karya Foto Jurnalistik Covid-19

Penyanyi Anji akhirnya meminta maaf dan menghapus postingannya yang berisi tetan opini tentang hasil karaya foto jurnalistik.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/IRA GITA
Anji Manji saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penyanyi Anji akhirnya meminta maaf dan menghapus postingannya yang berisi tetan opini tentang hasil karaya foto jurnalistik.

Beberapa hari terakhir, penyanyi Anji menjadi perbincangan hangat publik akibat unggahan Instagram-nya.

Dalam keterangan tertulis unggahan tersebut, ia mengutarakan pendapat tentang hasil karya foto seorang jurnalis bernama Joshua Irwandi yang memotret jenazah pasien Covid-19.

Foto tersebut dipublikasikan National Geographic, juga diunggah Joshua di akun Instagram @joshirwandi.

Hujan Disertai Petir, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan, Selasa 21 Juli 2020

Seorang Ibu Berhubungan Intim Dengan Putra Kandungnya saat Suami Pergi Melaut

Ibu Melahirkan Tanpa Berhubungan Intim di Tasikmalaya, Begini Penjelasan dari Sudut Pandang Medis

Berikut Daftar 18 Lembaga yang Dibubarkan Presiden Joko Widodo

Opini yang pertama yang disampaikan Anji terhadap foto Joshua Irwandi yakni tentang banyaknya akun yang secara berbarengan mengunggah atau repost foto tersebut.

Oleh sebab itu, pelantun lagu "Dia" ini menilai unggahan dari akun-akun media sosial yang memiliki followers banyak seolah sudah tertata.

"Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak Agency atau influencer atau buzzer pasti mengerti," tulis Anji dalam unggahan Instagram-nya.

Pendapat kedua Anji berkait hal tersebut yakni pewarta foto yang bisa mengabadikan momen jenazah pasien Covid-19.

Padahal, menurut pria yang juga akrab disapa Manji itu mengatakan, pihak keluarga saja tidak diperbolehkan menemui korban.

Bagaimana sang fotografer bisa melakukannya.

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban Covid-19, keluarga saja tidak boleh menemui."

"Ini seorang fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," ujar Anji.

Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto itu pun meyakini Covid-19 bukan penyakit yang semengerikan dibenak orang-orang.

Pendapat Anji telah menimbulkan pro dan kontra, ada yang mendukung dan banyak juga yang tidak.

Sampai-sampai, Pewarta Foto Indonesia (PFI) mengecam pernyataan Anji.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved