Berita Regional

64 Kepala SMPN Mengundurkan Diri Secara Serentak, Diduga Diperas Oknum APH di Inhu

64 Kepala SMPN Mengundurkan Diri Secara Serentak, Diduga Diperas Oknum APH di Inhu

Istimewa/net
Ilustrasi kepala sekolah - 64 kepala SMP negeri di Kabupaten Inhu, Riau --atau seluruh kepala SMP negeri di kabupaten tersebut-- serempak mengundurkan diri. Hal ini diduga karena mereka menjadi korban pemerasan oknum APH, terkait pengelolaan dana BOS. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKANBARU - Seluruh kepala sekolah menengah pertama negeri ( SMPN) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengundurkan diri secara serentak.

Tercatat ada 64 kepala SMP negeri di Inhu yang mengundurkan diri, diduga karena menjadi korban aksi pemerasan oknum aparat penegak hukum ( APH) maupun oknum lainnya.

Hal ini terkait dengan pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk sekolah yang dipimpin oleh 64 kepala sekolaj (kepsek) tersebut.

Kepala Inspektorat Indragiri Hulu (Inhu) Boyke Sitinjak mengaku sudah mendapat laporan terkait pengunduran diri 64 kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

Jokowi Marah, Semprot Menteri dalam Rapat Kabinet: Saya Jengkel, Krisis tapi Dianggap Biasa

Viral Wanita Telanjang Muncul saat Webinar Dosen Uncen Bahas Isu Papua Berujung Ranah Hukum

Abaikan Hak untuk Dilupakan, Google Dijatuhi Hukuman Denda Rp9,9 Miliar

Nasib Siswi Berprestasi dengan 700 Piala, Arista Gamang Antara Putus Sekolah atau Masuk SMA Swasta

Dia menyebut pengunduran diri tersebut dilakukan oleh seluruh kepala sekolah SMP negeri di Kabupaten Inhu.

"Kami telah mendapatkan laporan dari 64 sekolah tersebut mengenai pengunduran diri seluruh kepala sekolah SMP negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu," kata Boyke saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (15/7/2020).

Terkait persoalan ini, pihaknya akan memanggil para kepala sekolah untuk menanyakan apa penyebab sebenarnya atas pengunduran diri tersebut.

Setelah mengetahui penyebab pengunduran diri tersebut, Inspektorat akan menindaklanjutinya dan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Boyke mengaku belum banyak mendapat informasi mengenai penyebab pengunduran diri kepala sekolah tersebut.

"Namun, di antaranya ada informasi bahwa mereka ( kepala sekolah) dilakukan pemerasan oleh oknum dari penegak hukum."

"Ini merupakan informasi yang sangat berat, apakah ini benar-benar terjadi atau tidak, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Boyke.

Boyke memastikan pihaknya akan memproses dugaan tersebut, karena hal ini sangat mengganggu dunia pendidikan.

"Saya baru mendengar bahwa di Indonesia ini ada seluruh kepala sekolah SMP se-kabupaten yang mengundurkan diri."

"Ini merupakan tantangan berat bagi Inspektorat bagaimana membangun daerah lebih baik dan lebih bersih," kata Boyke.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Inhu Ibrahim Alimin sebelumnya menyebutkan bahwa 64 orang kepala sekolah SMP negeri mengundurkan diri terkait soal pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Para kepala sekolah merasa tidak nyaman mengelola dana BOS, karena ada oknum yang mengganggu.

"Mereka mengelola dana BOS kan tidak banyak. Ada yang dapat Rp56 juta, Rp53 juta, ada yang Rp200 juta per tahun."

"Nah, itu diganggu, ada LSM (lembaga swadaya masyarakat) dan ada oknum-oknum lainnya."

"Sehingga mereka tidak nyaman dan meminta jadi guru biasa," kata Ibrahim.

"Karena mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu sudah benar dan tidak ada niat macam-macam, tapi dianggap tidak benar," ujar Ibrahim kepada Kompas.com. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengundurkan Diri, 64 Kepala Sekolah SMP Diduga Diperas Penegak Hukum

Adik Ipar Ganjar Tantang Petahana dalam Pilbup Purbalingga, PKB Berikan Rekomenadsi Paslon Oji-Jeni

Pelaksanaan Tahapan Pilkada Tak Patuhi Protokol Kesehatan, KPU: Bisa Dijatuhi Sanski

Sengaja Tabrak Polisi hingga Meninggal di Subang, Pengemudi Mobil Ugal-ugalan Terancam Hukuman Mati

66 Jurnalis di Surabaya Positif Covid-19 Dua Meninggal, Ini 3 Hal yang Mendesak Dievaluasi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved