Berita Kriminal
Paling Mudah Digondol dan Pasti Laku Saat Ini, Alasan Kholid Curi Sepeda di Tembalang Semarang
Paling tidak, memberi pengaman pada sepeda dengan mengunci atau dirantai atau digembok dengan tiang permanen.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tren baru akhir-akhir di tengah masyarakat adalah bersepeda.
Ada yang berniat untuk berolahraga dengan cara bersepeda, ada pula yang sekadar melunasi keinginan di tengah 'wabah' yang sedang melanda seperti saat ini.
Tren bersepeda ini tidak menutup kemungkinan adanya aksi kriminal pencurian.
• Empat Bulan Vakum Karena Pandemi Covid-19, Lawang Sewu Semarang Sudah Bisa Dikunjungi Lagi
• BERITA DUKA, Dokter Puskesmas Karanganyar Meninggal, Jadi Relawan Covid-19 di Kota Semarang
• KA Sembrani Kembali Beroperasi Mulai 10 Juli, Berikut Jadwal dari Stasiun Semarang Tawang
• Dukung Rencana PKM Semarang Raya, Pemkot Salatiga: Tapi Butuh Regulasi Tambahan Biar Makin Kuat
Seperti diketahui, baru-baru ini Polsek Tembalang Kota Semarang menangkap pelaku pencuri sepeda.
Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono mengatakan, pihaknya mengimbau kepada mereka yang hobi bersepeda untuk juga berhati-hati.
"Berhati-hati saat meletakkan sepeda, baik di rumah maupun di jalan."
"Jangan sama sekali memberikan kesempatan kepada pelaku untuk membangkitkan niatnya mencuri," kata Kompol Sukiyono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (10/7/2020).
Cara agar terhindar dari aksi pencurian, kata Kompol Sukiyono, yakni dengan memberi pengaman sepeda.
Seperti mengunci menggunakan kunci khusus ataupun dirantai.
"Paling tidak memberi pengaman dengan mengunci atau dirantai atau digembok dengan tiang permanen."
"Sehingga bisa mengurungkan niat pelaku untuk mencuri," kata Kompol Sukiyono.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelaku pencurian sepeda ditangkap oleh jajaran Polsek Tembalang Kota Semarang.
Alasan pelaku bernama Kholid Agus Nisfian (18) mencuri sepeda ini cukup bikin geleng-geleng kepala.
Semula dia hendak mencuri sepeda motor di kawasan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Namun pada akhirnya dia lebih memilih sepeda lantaran cara menggasaknya lebih mudah dan saat ini sedang banyak dicari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/razia-tim-gabungan-patuh-protokol-covid-19-banyumas.jpg)