Berita Regional

Tak Terima Dicoret dari Penerima BLT Corona, Warga Keroyok Perangkat Desa saat Pembagian Bantuan

Gara-gara Dicoret dari Penerima BLT Corona, Warga dan Perangkat Desa Baku Hantam di Balai Desa saat pembagian BLT corona berlangsung

SRIPOKU.COM
Ilustrasi pengeroyokan - Sekelompok warga yang tak terima namanya dicoret dari daftar penerima BLT corona mengeroyok perangkat desa, saat pembagian bantuan di balai desa. Peristiwa ini terjadi di sebuah desa di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. 

"Saat itu mereka protes, mereka minta pembagian BLT ditunda karena nama mereka tidak masuk daftar. Lalu datang warga lain mulai menyerang kami, akhirnya terjadi keributan. Mereka yang protes itu rata-rata punya mobil, motor, ada juga tauke sawit jadi wajar mereka tidak diberikan BLT."

TRIBUNBANYUMAS.COM - Gara-gara dicoret dari daftar penerima bantuan langsung tunai atau BLT, sekelompok warga meradang dan mengeroyok perangkat desa.

Pengeroyokan terhadap perangkat desa berlangsung di balai desa saat pembagian bantuna untuk warga penerima manfaat.

Persitiwa ini terjadi di Balai Desa Talang Panjang, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu,  Jumat (26/6/2020).

Pemdes Sunat BLT Corona Rp600.000 Jadi Rp150.000, Warga Lapor Kejaksaan, Kades: Itu Inisiatif Warga

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Kawasan Wisata Dieng dan Serulingmas Zoo Banjarnegara Segera Dibuka, Bupati: Secepatnya, Doakan

Video Rekaman CCTV Ludahi Mangkok Pembeli Viral, Sekarang Begini Nasib Penjual Bakso Cuanki

Akibat kericuhan itu, baku hantam antara warga dan perangkat desa tak terhindarkan.

Dari informasi yang dihimpun, kericuhan itu dipicu karena masalah pembagian bantuan yang tidak merata.

Sejumlah warga yang protes itu merasa tak terima dengan kebijakan perangkat desa yang mencoretnya dari daftar penerima bantuan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Talang Panjang Naidi Abran membenarkan insiden itu.

Peristiwa tersebut terjadi saat pembagian BLT sedang berlangsung di balai desa.

Saat itu, tiba-tiba sekelompok ibu rumah tangga datang dan memprotes pembagian BLT karena namanya tidak masuk dalam daftar.

"Saat itu mereka protes, mereka minta pembagian BLT ditunda karena nama mereka tidak masuk daftar."

"Lalu datang warga lain mulai menyerang kami, akhirnya terjadi keributan," kata Naidi saat dihubungi, Sabtu (27/6/2020).

Akibat kericuhan itu, baku hantam tak terhindarkan. Bahkan, dua warga mengalami luka lebam akibat terkena pukulan.

Namun demikian, saat itu juga sudah langsung mendapat pengobatan.

Naidi menjelaskan, kericuhan itu disebabkan adanya pemutakhiran data penerima bantuan.

Mereka yang dianggap mampu kemudian namanya dicoret dan bantuan hanya diprioritaskan untuk warga miskin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved