Berita Perbankan

Program KPR Bersubsidi, BTN Dapat Tambahan Alokasi Fasilitas FLPP

PPDPP memberikan tambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank Tabungan Negara (BTN) sebanyak 1.240 unit.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
ILUSTRASI program kepemilikan rumah melalui KPR perbankan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) memberikan tambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank Tabungan Negara ( BTN) sebanyak 1.240 unit.

Tambahan alokasi FLPP tersebut akan digunakan Perseroan untuk mendukung pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Polisi Periksa Manager BMT Insan Mandiri, Status Saksi Kasus Penggelapan Dana Nasabah di Banyumas

RUPS Tahunan Bukopin Syariah: Tutup Buku 2019, Total Aset Jadi Rp 6,33 Triliun

1 Dekade Berhasanah, Simak Program Khusus Nasabah dari BNI Syariah, Contoh Daftar Haji Bisa Ngaji

20 Persen Perusahaan di Banyumas Mulai Bangkit

“Kami mengapresiasi keputusan PPDPP atas penambahan kuota yang diberikan kepada BTN sebagai Bank Pelaksana."

" BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR."

"Sekaligus akan kami manfaatkan untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di era new normal,” kata Dirut BTN, Pahala Nugraha Mansury.

Kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/6/2020), penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi Bank Pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk.

Dan hasil dari evaluasi tersebut lolos uji pencairan.

BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang ditetapkan PPDPP.

Adapun per 31 Mei 2020, Perseroan sukses merealisaskan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara Rp 4,7 triliun.

Pahala optimistis, Bank yang telah berpengalaman hampir 44 tahun menyalurkan KPR tersebut akan dapat mencapai target penyaluran KPR Subsidi tahun ini.

Baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema subsidi selisih bunga maupun subsidi bantuan uang muka atau SBUM.

“Pandemi Covid-19 memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah."

"Namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi."

"Harga jual rumah yang terus naik setiap tahunnya menjadikan salah satu pertimbangan masyarakat khususnya MBR untuk segera memiliki rumah."

"Disamping itu, fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR menjadi stimulus dalam pergerakan kebutuhan rumah pada saat ini,” kata Pahala.

Kinerja KPR Subsidi dari bank dengan kode saham B BTN ini masih tumbuh positif.

Berdasarkan catatan, posisi penyaluran KPR Subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95 persen menjadi sebesar Rp 102,94 triliun.

Itu jika dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp 95,434 triliun.

Pahala optimistis tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekira Rp 103,49 triliun. (Ruth Novita Lusiani)

Kapolsek di Rembang Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Kapolda Jateng: Dia Punya Sakit Bawaan

Tempat Hiburan Malam di Bandungan Siap Dibuka Lagi, Dispar Kabupaten Semarang: Ujicoba Bertahap

17 Kecamatan di Jateng Belum Miliki SMA Negeri: Ganjar: Kami Mau Uji Coba Sekolah Jarak Jauh

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Perbankan
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved