Teror Virus Corona
Jamil Muhlisin: Sudah Banyak Bukti, New Normal Bukan Berarti Virus Corona Sudah Hilang
Kabid Pelayanan Medis RSUD dr R Soetijono Blora, M Jamil Muhlisin mengatakan, potensi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Blora masih ada.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora pada Rabu (24/6/2020) kembali menyampaikan perkembangan persebaran virus corona atau Covid-19.
Kabid Pelayanan Medis RSUD dr R Soetijono Blora, M Jamil Muhlisin mengatakan, potensi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Blora masih ada.
"Per hari ini, ada penambahan 3 kasus baru."
"Dua dari Kecamatan Blora Kota dan satu dari Kecamatan Tunjungan."
"Sehingga total kasus Covid-19 menjadi 48 orang."
"Yang mana rinciannya dari 48 itu, 36 dirawat, 7 sembuh, dan 5 meninggal dunia," ucap Jamil di Posko GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, Rabu (24/6/2020).
• Candi Cetho Karanganyar Sudah Dibuka Lagi, Sementara Hanya Terima Wisatawan Asal Jateng-DIY
• Kisah Guru Penghayat Kepercayaan di Cilacap, Muslam Belum Merasakan Dapat Gaji Sejak 2015
• Orang Stres Meningkat Drastis di Jawa Tengah, Pemicu Utama Faktor Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19
• Polisi di Rembang Positif Covid-19, Meninggal Seusai Dirawat Enam Hari di Rumah Sakit
Kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (24/6/2020), dia menambahkan, rapid test reaktif Covid-19 jumlahnya masih ada 24 orang.
Kemudian PDP ada 6 yang diawasi, ODP ada 14, dan OTG (orang tanpa gejala) ada 72 orang.
“Kami berharap saat normal baru atau new normal ini seluruh masyarakat bisa beraktivitas normal dengan melaksanakan protokol kesehatan."
"Jangan sampai new normal justru dipahami sebagai aktivitas normal kembali seperti semula."
"Ini salah. New normal bukan berarti virus sudah hilang,” tegasnya.
Kepada masyarakat yang berstatus rapid test reaktif maupun swab positif dan sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah.
Jamil meminta untuk secara disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan dari Puskesmas, pihak desa, dan masyarakat sekitar.
Tidak lantas dijauhi dan didiskriminasi.
“Sedangkan di RSUD dr R Soetijono Blora saat ini masih ada 1 orang terduga Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi."