Bisnis dan Keuangan
"Aduuh Pusing Saya, GoMassage Ditutup, Gimana Nanti Saya Kerja. . ." Keluhan Terapis Mitra Gojek
"Aduuh, Pusing Saya. GoMassage Ditutup. Gimana Nanti Saya Kerja..." Keluhan Terapis Mitra Gojek
"Saya sudah lebih nyaman jadi mitra GoMassage daripada harus kembali di tempat kerja seperti dulu, ini kan lebih fleksibel. E, tapi sekarang malah ditutup."
TRIBUNBANUYMAS.COM - "Aduuh, pusing saya. GoMassage mau ditutup, gimana nanti saya kerja," keluh seorang wanita, terapis pijat mitra GoMassage, Selasa (23/6/2020).
Sudah bertahun-tahun ibu satu anak ini, sebut saja Mawar, menggantungkan hidupnya dari menjual jasa pijat.
Mulanya dia bekerja di rumah terapi keluarga, sudah beberapa kali pindah tempat kerja, hingga akhirnya sejak lebih dari tiga tahun belakang ia keluar dari tempat kerja dan bermitra dengan Gojek, sebagai terapis GoMassage.
"Saya sudah lebih nyaman jadi mitra GoMassage daripada harus kembali di tempat kerja seperti dulu, ini kan lebih fleksibel. E, tapi sekarang malah ditutup," ucap mitra GoLife dari Kota Semarang itu.
Memang, diakui selama pandemi Covid-19, ia sedikit kesulitan mencari pelanggan.
• Dampak Pandemi, Gojek PHK 430 Karyawan, Lalu Bagaimana Nasib Ojol dan Mitra Lainnya?
• Gowes Pakai Masker, 2 Orang Warga Semarang Meninggal Dunia, Begini Kata Wali Kota Hendi
• Pengunjung Pasar Cilongok Abaikan Protokol Kesehatan, Tak Jaga Jarak Tak Ada Tempat Cuci Tangan
• Gara-gara Durian 60 Pekerja Kantor Pos Dievakuasi, 12 Orang Harus Mendapat Perawatan Medis
Namun tetap saja, ia tak menyangka, Gojek akan menutup aplikasi GoLife yang meliputi layanan GoMassage.
Diketahui, Gojek Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 karyawannya akibat pandemi Covid-19.
PHK ini juga berhubungan dengan dihentikannya sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi Covid-19, yakni layanan GoLife meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.
Berdasarkan keterangan manajemen, kedua bisnis itu membutuhkan interaksi jarak dekat dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi Covid-19.
Aplikasi GoLife sendiri dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.
"Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro-ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak," tulis keterangan Gojek yang diterima Kompas.com, Rabu (24/6/2020).
Adapun 430 karyawan tersebut, yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, sama dengan 9 persen dari total karyawan.
Sementara itu, langkah penghentian dan PHK ini membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas, khususnya mencakup 3 layanan inti.
Terlebih, 3 layanan inti yang dimaksud menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-aplikasi-golife.jpg)