Breaking News:

Berita Semarang

Pemberangkatan Calon Jemaah Dibatalkan, Imigrasi Semarang Terlanjur Cetak 4.324 Paspor Haji

Pemberangkatan Calon Jemaah Dibatalkan, Imigrasi Semarang Terlanjur Cetak 4.324 Paspor Haji

Istimewa/net
Ilustrasi paspor Negara Republik Indonesia. Meski pelaksanaan ibadah haji telah resmi dibatalkan, Kantor Imigrasi Semarang telah terlanjur mencetak 4.324 paspor bagi para calon jamaah haji, yang urung berangkat karena pandemi Covid-19. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang Doni Alfisyahrin mengatakan, pihaknya terlanjur mencetak 4.324 paspor sebelum adanya peraturan pembatalan keberangkatan ibadah haji 2020.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerinta Indonesia telah memastikan tak akan memberangkatkan para calon jemaah haji di Tanah Air ke Tanah Suci pada 2020 ini.

Namun demikian, sejumlah persiapan dan persyaratan untuk keberangkatan ibadah haji 2020 telah dilaksanakan, di antaranya adalah pencetakan paspor haji.

Kantor Imigrasi Kelas I Semarang telah mencetak ribuan paspor calon jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Menteri Agama Segera Surati Arab Saudi, Minta Dipahami Kebijakan Pembatalan Ibadah Haji

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Mengenal Deksametason Obat Pasar yang Diklaim Efektif Sembuhkan Covid-19, Bagaimana Penggunaannya?

Seperti Indonesia, Negara-negara Ini Juga Batalkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang Doni Alfisyahrin mengatakan, pihaknya terlanjur mencetak 4.324 paspor sebelum adanya peraturan pembatalan keberangkatan ibadah haji 2020.

"Sekarang sudah 90 persen paspor untuk ibadah haji selesai kita terbitkan."

"Ada ribuan lembar yang sudah dicetak. Kondisinya kan memang terlanjur kita selesaikan," ujar Doni Alfisyahrin kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).

Proses pembuatan paspor selama ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan perwakilan BPIH kabupaten/kota dan Kemenag.

Dalam sehari, lanjut dia, pihaknya hanya mampu mencetak sebanyak 200 paspor.

Namun, proses pembuatan paspor tersebut bukan tak mengalami kendala.

Hambatan tersebut dikarenakan calon jemaah haji dari kalangan lansia tak ingat tanggal lahirnya.

"Rata-rata memang banyak calon haji terutama dari lansia yang gak inget lagi sama tanggal lahirnya."

"Karena mereka sudah sepuh jadi mau gak mau harus dibantu mengingat oleh anggota keluarganya."

"Tapi secara keseluruhan kita tetap upayakan membantu pembuatan paspornya," katanya.

Sejak adanya peraturan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PKM) dari Pemkot Semarang, pihaknya hanya mencetak sebanyak 178 paspor.

Sebab, jelasnya, pembuatan paspor dibatasi hanya 50 persen.

"Begitu berkasnya dikirim ke kantor Imigrasi, paspornya jadi tiga hari kemudian."

"Pemohon paling banyak dari Kota Semarang total ada 2.000 orang."

"Yang sedikit itu dari Salatiga hanya 200 pemohon," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Imigrasi Semarang Terlanjur Cetak 4.324 Paspor Calon Jemaah Haji

Jual Istri Sendiri Seharga Rp300 Ribu, Sudarmono: untuk Makan, Tak Ada Pemasukan Selama Pandemi

Hindari Lubang Jalan Anggota Brimob Jatuh, Dada Ditikam Orang Pura-pura Menolong, Motor Dilarikan

Saya Tidak Terkejut, Dia Anak Presiden, Tanggapan Purnomo Bila Rekomendasi PDIP Jatuh ke Gibran

Ribut Uang Tip, Mahasiswa Bunuh Terapis Pijat Online, Kabur ke Rumah Bibi Lalu Diserahkan ke Polisi

Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved