Berita Banyumas
Masih Ada Empat Klaster Penyebaran Covid-19 di Banyumas, Achmad Husein Ingatkan Warga Soal Ini
Banyak pendatang keluar dan masuk dengan mobilitas tinggi ke luar daerah, terutama kota-kota besar di Indonesia, bikin Banyumas tetap waspada.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banyumas kali ini telah memasuki zona hijau Covid-19 atau daerah dengan berisiko rendah.
Akan tetapi Bupati Banyumas, Achmad Husein mengingatkan supaya masyarakat tetap waspada dan hati-hati.
Karena sesungguhnya Banyumas masih memiliki beberapa persoalan yang mesti segera diselesaikan.
Masih ada beberapa Klaster yang mesti dirampungkan penanganannya.
• Zona Risiko Rendah Covid-19, Dinkes Jateng Restui Banyumas Terapkan New Normal
• Heboh Babi Hutan Aneh Milik Pak Bawor di Jatilawang Banyumas, Ini Penjelasan BKSDA
• 23 ASN Disdikbud Purbalingga Sudah Dikenai Sanksi, BKPP: Sebatas Pelanggaran Kode Etik
• Cuma Empat Kategori Ini, Terjaring Tak Gunakan Masker Tapi Terbebas dari Karantina di Purbalingga
Pertama adalah dari Klaster Gowa, dimana dari 36 orang terkonfirmasi positif corona yang sudah sembuh ada 34 orang, atau masih ada 2 orang yang belum sembuh.
Kedua adalah Klaster Sokawera, dimana walau sudah ditutup dan sempat memberlakukan karantina wilayah, tetapi masih perlu pengamatan selama 2 minggu ke depan.
"Kira-kira sampai 25 Juni 2020 pengamatan 14 hari."
"Kami sudah rapid test banyak, kalau tidak ada lagi, maka sudah bisa close," kata Bupati Banyumas kepada TribunBanyumas.com, Selasa (16/6/2020).
Ketiga adalah klaster Tipar Kidul, juga sudah melakukan serangkaian pelacakan terhadap tetangga dan saudara-saudaranya.
"Hasil tes tetangganya negatif, tetapi kami masih perlu waspada dan tunggu sampai 14 hari ke depan," tambahnya.
Keempat adalah Klaster Kebasen, dimana pasien yang telah meninggal dunia ternyata positif Covid-19.
Setelah dicek kepada keluarganya ternyata cucunya yaitu bayi berumur 1 tahun juga terkonfirmasi positif Covid-19.
Kemudian anaknya atau bapak dari si bayi juga positif Covid-19.
"Kami swab semua tetangganya sekira 20 orang dan baru keluar hasilnya pada Rabu (17/6/2020)," tambahnya.
Sekiranya 4 klaster itu dapat diselesaikan secara baik, Covid-19 di Kabupaten Banyumas dapat segera hilang.