Jumat, 10 April 2026

Berita Video

Video Desa Kebutuhduwur Sentra Konveksi Banjarnegara

Dari beberapa mesin jahit dan sejumlah pekerja, kini Poyo telah mempekerjakan sekira 70 karyawan dengan dari 60 mesin produksi yang dimilikinya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Abduh Imanulhaq

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Berikut ini video Desa Kebutuhduwur sentra konveksi Banjarnegara.

Industri garmen selama ini identik hanya berkembang di perkotaan.

Terlebih didukung keberadaan pasar besar semisal Pasar Tanah Abang di Jakarta yang selama ini seakan menjadi rujukan pedagang dari berbagai daerah untuk kulakan.

Banyak warga daerah, terutama berpendidikan rendah merantau ke Jakarta untuk menjadi buruh konveksi.

Selain buruh bangunan bagi sebagian warga lain yang tak punya keahlian khusus.

Tetapi dalam perkembangannya, industri garmen ternyata melebar dan menyebar ke daerah.

Sebagian pengusaha memilih memindah usahanya ke daerah dengan bermacam pertimbangan.

Ada pula eks buruh konveksi di kota yang memilih merintis usaha di daerah asal.

Tentunya dengan bekal keahlian dan jaringan pemasaran yang dimiliki.

Seperti halnya Nikmatul Supoyo, warga Desa Kebutuhduwur, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara.

Poyo --sapaan akrabnya-- dahulu bukanlah siapa-siapa.

Ia terpaksa merantau ke Jakarta sejak usia 13 tahun.

Ia putus sekolah karena faktor ekonomi.

Hingga ia memutuskan bekerja di konveksi di usia yang masih dini.

"Karena ekonomi, saya umur 13 tahun merantau ke Jakarta," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (10/6/2020).

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved