Berita Jawa Tengah
PMI Kabupaten Semarang Kekurangan Stok Darah, Butuh Minimal 20 Kantung Tiap Hari
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Semarang, Hendras Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya mengalami kekurangan stok darah.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang meminta masyarakat tak takut untuk melakukan donor darah.
Hal itu untuk menambah stok darah yang ada di PMI Kabupaten Semarang.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Semarang, Hendras Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya mengalami kekurangan stok darah.
Situasi tersebut menurutnya terjadi saat pandemi virus corona, mulai pertengahan bulan puasa.
• Lapor Polisi Karena Jadi Korban Begal, Pemuda Asal Wonogiri Ini Justru Dijebloskan ke Penjara
• Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit
• KA Jarak Jauh Mulai Beroperasi 12 Juni, Berikut Tiga KA yang Melintasi Purwokerto
Salah satu faktornya, ia menjelaskan, karena ketakutan masyarakat untuk berdonor di masa pandemi virus corona.
"Mereka mengira bahwa kalau donor darah bisa terkena virus corona."
"Padahal tidak begitu, mereka yang donor tak bisa terkena corona karena darahnya diambil," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (11/6/2020).
Menurut Hendras, mereka yang menerima donor kantung darah yang justru memiliki risiko terkena virus corona.
Namun sebelum kantung darah didistribusikan, ia menjelaskan, PMI pasti mengecek darah tersebut.
"Artinya pendonor sudah pasti tak terkena virus corona."
"Dengan catatan, apabila berdonor dengan menjalankan SOP yang berlaku," jelas dia.
Ia menguraikan, PMI Kabupaten Semarang setiap hari mendistribusikan sekira 1.200 kantung darah ke rumah sakit dan mereka yang membutuhkan.
Rata-rata setiap hari mereka mendapatkan 40 kantung darah.
Namun dari jumlah tersebut, hanya 5 persen yang didapatkan dari donor darah sukarela.
"Sedangkan sisanya, 95 persen kami bekerja sama dengan institusi, juga kelompok masyarakat tertentu," papar Hendras.