Berita Internasional

Tolak Kerahkan Tentara untuk Redam Demo George Floyd, Menhan AS akan Dipecat Presiden Trump

Tolak Kerahkan Tentara untuk Redam Demo George Floyd, Menhan AS akan Dipecat Presiden Trump

AFP
Presiden Amerika Donald Trump, sempat ingin memecat Menteri Pertahanan, Mark Esper, usai keinginannya menggunakan tentara aktif untuk meredak aksi demonstrasi buntut kematian George Lfoyd, ditolak. 

Trump berunding dengan penasihatnya untuk memecat Mark Esper, Menhan AS keempat sejak dia menjabat pada 2017. Namun, si penasihat disebut menentang rencana presiden berusia 73 tahun, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk mendepak Esper.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Presiden AS Donald Trump, marah kepada Menteri Pertahanan Mark Esper karena tak mendukung usulnya mengerahkan militer.

Bahkan, saking marahnya Presiden Trump dilaporkan ingin memecat Esper, yang menolak menggunakan tentara aktif untuk meredam demo kematina George Floyd.

Diketahui, pascameninggalnya Floyd, aksi protes merebak ke ibu kota Washington dan ratusan kota lain.

George Floyd, seorang pria Afro-Amerika, tewas di tangan polisi di Minneapolis pada 25 Mei.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Cerita Memilukan Wartawan di Cianjur, Mancing Bareng Anak, Meninggal Terseret Banjir Bandang

Tabrak Petugas Dishub Malah Ngajak Ribut, Pemuda Purbalingga Terjaring Razia Masker di Banyumas

Pedagang Purbalingga Food Center Keluhkan Omzet Menurun, Pemkab: Jam Malam akan Dievaluasi

Sumber internal itu berujar, Trump berunding dengan penasihatnya untuk memecat Mark Esper, Menhan AS keempat sejak dia menjabat pada 2017.

Namun, si penasihat disebut menentang rencana presiden berusia 73 tahun, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk mendepak Esper.

Si Menhan bukannya tidak sadar bosnya murka.

Karena itu, dia juga sudah mempersiapkan surat pengunduran diri, dilansir New York Post Selasa (9/6/2020).

Dia mulai menulis surat untuk meletakkan jabatan, sebelum dibujuk oleh staf maupun penasihat lain untuk mengurungkan niat.

Pada Rabu pekan lalu (3/6/2020), Esper mengatakan dia tidak berpikir mengerahkan tentara di jalanan AS untuk meredam demonstrasi diperlukan.

Sumber itu menuturkan, kalimat pembuka yang disampaikan dalam konferensi pers di Pentagon tersebut disebut menggegerkan Gedung Putih.

"Opsi untuk menggunakan personel aktif harus dipikirkan sebagai hal terakhir. Hanya dalam situasi yang paling mendesak," jelasnya.

Memecat kepala Pentagon bisa memberikan guncangan tak terduga dalam pemerintahan Trump yang saat ini sudah mengalami krisis.

"Hari itu benar-benar buruk. Presiden sempat kehilangan kepercayaan terhadapnya. Untungnya dia masih mempertahanaknnya," ujar si sumber.

Dalan pandangan sang presiden, kerusuhan yang ditimbulkan sudah membuat baik penegak hukum maupun Garda Nasional kewalahan.

Karena itu, dia pun mengusulkan untuk menerjunkan pasukan aktif di jalan-jalan AS untuk meredam aksi yang juga disertai penjarahan tersebut.

Namun para penasihatnya, termasuk Chairman Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, menentang presiden mengaktifkan UU Pemberontakan 1807.

Esper, seorang lulusan West Point dan pernah menjadi perwira Angkatan Darat, melihat bahwa mengaktifkan UU itu tidak akan berguna.

Saat berancang-ancang memecat Esper, Trump sempat berkonsultasi dengan Kepala Staf Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, hingga Senator Tom Cotton.

Dalam pandangan mereka, mendepak Esper memberikan kerugian ganda bagi dia.

Di antaranya dia tidak punya banyak waktu mencari kandidat ideal untuk mengisi posisinya.

Kemudian, pemecatan tersebut bisa membuat Pentagon berada dalam keadaan kekosongan pimpinan jelang Pilpres AS November mendatang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Keinginan Pakai Tentara Redam Demo George Floyd Ditolak, Trump Ingin Pecat Menhan AS

Viral Cerita Perbudakan di Kereta Emas Belanda, Muncul Petisi Online, Ribuan Orang Menggugat

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Sinopsis Film Jupiter Ascending, Dibintangi Mila Kunis Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini

Ibu Hamil Tusuk Suaminya hingga Tewas, Tak Terima Dipukul Kursi saat Cekcok Rumah Tangga

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved