Teror Virus Corona

Klaim Pesawat Lebih Aman dari Penularan? 2 Penumpang Dinyatakan Positif Covid-19 setelah Mendarat

Klaim Pesawat Lebih Aman dari Penularan? 2 Penumpang Dinyatakan Positif Covid-19 setelah Mendarat

Unsplash.com/@by_syeon
Ilustrasi penumpang pesawat terbang - Dua penumpang pesawat terbang dari Jakarta, dinyatakan positif Covid-19 setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. 

"Mereka ini berbekal surat rapid test yang non-reaktif saat naik pesawat dari Jakarta. Saat mendarat di BIM pada Rabu, mereka dites swab dan ternyata hasilnya positif."

TRIBUNBANYUMAS.COM, PADANG - Dua penumpang pesawat dari Jakarta dinyatakan positif Covid-19. Hal ini diketahui, setelah keduanya mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat.

Keduanya, bisa naik pesawat terbang lantaran dibekali hasil rapid test corona, yang hasilnya menunjukkan non reaktif.

Sebelumnya, asosiasi penerbangan internasional atau International Air Transport Association (IATA), mengklaim pesawat lebih aman dari potensi penularan corona dibanding moda transportasi lain.

Diketahui, kedua penumpang yang merupakan pperantau itu masing-masing R laki-laki 23 tahun asal Limapuluh Kota dan AS laki-laki berusia 25 tahun asal Padang Pariaman.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

IATA Tak Mendukung Aturan Jaga Jarak Antarpenumpang dalam Pesawat Terbang, Mengapa?

Istri Temukan Mayat Wanita Membusuk di Tumpukan Jerami Kandang Sapi, Suami Menghilang

Update Corona Wonosobo 8 Juni: Bertambah 8, Total 79 Kasus Positif Covid-19, 0 Pasien Meninggal

Keduanya dinyatakan positif terjangkit corona setelah sampel swab diperiksa di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Sabtu (6/6/2020).

"Mereka ini berbekal surat rapid test yang non-reaktif saat naik pesawat dari Jakarta. Saat mendarat di BIM pada Rabu, mereka dites swab dan ternyata hasilnya positif," kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang BIM Yos Suwagiono saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Yos mengatakan, standar operasional di setiap bandara sama, di mana setiap penumpang harus dibekali surat hasil tes swab yang negatif Covid-19 atau rapid test yang hasilnya non-reaktif.

Untuk tes swab, paling lama tujuh hari terakhir dan rapid test dalam waktu tiga hari terakhir.

Kedua penumpang tersebut sebenarnya memiliki surat rapid test non-reaktif, sehingga bisa menaiki pesawat.

"Nah, kebijakan di Sumbar saat mendarat di BIM, setiap penumpang harus dites swab dan ditemukan dua positif," kata Yos.

Yos mengatakan, kebijakan Pemerintah Provinsi Sumbar itu merupakan yang pertama di Indonesia, dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Kita apresiasi Pemprov Sumbar. Penumpang yang mendarat dites swab secara gratis. Ini hanya dilakukan di BIM," kata Yos.

Menurut Yos, setelah penumpang tersebut diketahui positif corona, pihaknya sudah memberikan data penumpang kepada tim Gugus Tugas untuk dilakukan tracing.

"Kita serahkan kepada tim Gugus Tugas melakukan tracing. Data-datanya sudah diserahkan. Ada 80 penumpang dan 5 kru pesawat," kata Yos.

Asosiasi Penerbangan Internasional Tak Rekomendasikan Physical Distansing

Asosiasi penerbangan internasional atau International Air Transport Association (IATA).

IATA mengumumkan, mereka tidak mendukung aturan jaga jarak sosial (social distancing) yang akan membuat kursi tengah pesawat kosong.

Kendati demikian, mengutip Japan Today, Minggu (10/5/2020), mereka mendukung penggunaan masker oleh penumpang dan kru pesawat.

Bukti yang ada menunjukkan penumpang dan kru pesawat yang menggunakan masker akan mengurangi risiko penularan di pesawat yang sudah rendah.

Sementara langkah jaga jarak sosial di pesawat akan meningkatkan biaya perjalanan udara. Hal inilah yang tengah dihindari.

"Keamanan kru dan penumpang merupakan yang paling penting."

"Industri penerbangan tengah bekerja dengan pemerintah untuk memulai kembali penerbangan saat hal itu bisa dilakukan secara aman," kata Director General dan CEO untuk IATA, Alexandre de Juniac, mengutip Japan Today.

“Bukti menunjukkan, risiko penularan di pesawat rendah."

"Kami akan mengambil langkah-langkah seperti penggunaan masker bagi penumpang, dan masker bagi kru pesawat untuk menambahkan lapisan perlindungan,” lanjutnya.

Juniac juga menuturkan, mereka harus mendapatkan solusi yang memberi penumpang rasa percaya untuk terbang kembali, dan menjaga agar biaya penerbangan tetap terjangkau.

Menurutnya, jika hanya satu dari kedua hal tersebut yang terjadi, maka yang terjadi tidak akan memiliki manfaat jangka panjang.

Selain masker, IATA juga menyarankan beberapa hal untuk dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Pemeriksaan suhu penumpang, pekerja bandara, dan pelancong.
  • Pengurangan kontak dengan penumpang atau kru pesawat dalam proses naik dan turun dari pesawat.
  • Membatasi pergerakan dalam kabin sepanjang penerbangan.
  • Pembersihan kabin yang lebih sering dan lebih mendalam.
  • Prosedur katering yang lebih sederhana.
  • Pergerakan kru pesawat dan interaksi dengan penumpang dikurangi.

“Lingkungan kabin secara alami membuat penularan virus sulit karena berbagai macam alasan."

"Ini membantu menjelaskan mengapa kami melihat sedikit sekali adanya transmisi dalam penerbangan,” kata Juniac.

Dia juga menuturkan, dalam jangka waktu dekat, tujuan mereka adalah membuat lingkungan kabin lebih aman dengan langkah-langkah yang efektif agar penumpang dan kru bisa kembali melakukan perjalanan dengan percaya diri.

Awak kabisn Emirates gunakan alat pelindung diri, minimal berupa masker, saat bertugas di pesawat. (Dok. Emirates)
Screening (suhu tubuh), penutup wajah, dan masker merupakan beberapa dari banyak tindakan yang direkomendasikan IATA.

Namun mereka tidak merekomendasikan pengosongan kursi tengah.

Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Risma Minta PSBB Surabaya Diakhiri, Ini Alasannya

Begini Persyaratan bagi PNS yang Tugas Dinas ke Luar Kota di Masa Pandemi Corona

Terus Menghindar saat Malam Pertama, Ternyata Kondisi Pengantin Perempuan Bikin Tercengang

Mimpi Terakhir BJ Habibie Kandas di Tangan Pemerintah, Proyek Pesawat R80 dan N245 Dihentikan

Survei informal IATA terhadap 18 maskapai penerbangan besar pada Januari – Maret 2020 hanya mengidentifikasi tiga cara dugaan transmisi virus corona saja.

Semuanya berasal dari penumpang ke kru.

Sementara empat cara lain merupakan laporan transmisi jelas dari pilot ke pilot yang bisa saja terjadi saat sebelum, dalam, atau sesudah penerbangan termasuk saat pemberhentian en route (layover).

Tidak ada perumpamaan dugaan transmisi virus corona dari penumpang ke penumpang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 2 Penumpang Pesawat Positif Covid-19, Diketahui Setelah Mendarat 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved