Berita Regional

Tidak Masuk Kuota Rapid Test, Warga Gresik Pukuli Tenaga Medis

Seorang warga nekat memukuli seorang tenaga medis karena ia tidak bisa ikut rapid test.

Editor: Rival Almanaf
((ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya))
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww 

Manajemen RSUD Umar Masud melaporkan tindakan pelaku ke kepolisian.

Positif Covid-19 di Semarang Tembus 143 Orang Setelah 2 Tahap PKM, Waktunya PSBB Atau New Normal?

Cerita Taufik Hidayat, Legenda Bulutangkis Indonesia Berhasrat Khianati Negara

Petugas Kebersihan Makam TPU Jatisari Mijen Semarang: Hampir Setiap Hari Ada Pemakaman Covid-19

Positif Covid-19, Dokter Spesialis RSUD Kardinah Tegal Meninggal Saat Dirujuk ke RSUP dr Kariadi

"Kami tetap menyayangkan tindakan kekerasan. Sebenarnya persoalan ini hanya salah paham saja," ujar Tony.

Korban dan pelaku akhirnya dipertemukan di Mapolsek Sangkapura.

"Keduanya sepakat damai. MR sudah meminta maaf dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Korban tenaga medis juga sudah memaafkan," ujar Kapolsek Sangkapura, AKP Rahmad. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria Ini Pukuli Tenaga Medis karena Kesal Tak Bisa Ikut Rapid Test", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved